Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua DPRD Sumenep, H Zainal Arifin

Foto. Ketua DPRD Sumenep, H Zainal Arifin

SUMENEP, nusainsider.com Hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif di Kabupaten Sumenep tengah menjadi sorotan publik.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep melayangkan kritik keras kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Dwi Syahputra setelah yang bersangkutan tidak menghadiri rapat penting pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027.

Sorotan terhadap Sekda semakin menguat setelah sebelumnya ia juga menjadi perbincangan publik akibat menerbitkan surat imbauan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kini, absennya Agus dalam agenda strategis bersama DPRD kembali memicu polemik.

Menanggapi kritik yang berkembang, Agus Dwi Syahputra justru memilih merespons dengan tenang.

Ia mengakui tidak dapat menghadiri rapat karena harus menjalankan tugas dinas di luar kota yang waktunya bersamaan dengan agenda pembahasan anggaran.

Menurut Agus, dirinya telah menunjuk perwakilan untuk menghadiri rapat tersebut. Namun, perwakilan yang ditugaskan datang terlambat sehingga memunculkan kekecewaan dari kalangan DPRD.

“Kebetulan ada tugas yang berbarengan. Cuma sudah diwakilkan, hanya saja datangnya terlambat,” ujar Agus, sebagaimana dikutip dari Bangsapedia.com, Selasa (21/7/2026) kemarin.

Alih-alih memperdebatkan kritik yang diarahkan kepadanya, Agus memilih menjadikannya sebagai bahan introspeksi bagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Baca Juga :  Hari Buruh 2026, DPRD Sumenep Soroti Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Pekerja

Ia menilai kritik yang disampaikan DPRD merupakan masukan yang harus diterima secara positif demi meningkatkan kedisiplinan dan kualitas koordinasi ke depan.

“Kritik yang membangun, ambil positifnya. Jadi ke depannya kita lebih disiplin,” katanya.

Sementara itu, kritik tajam datang dari Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin. Dalam sambutannya pada rapat pembahasan KUA-PPAS yang videonya diunggah melalui akun TikTok Oposisi Lokal, Zainal arifin menegaskan bahwa kehadiran Sekda dalam agenda pembahasan anggaran merupakan bentuk penghormatan terhadap lembaga legislatif.

Ia bahkan membandingkan kedisiplinan mantan Sekda Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, tanpa bermaksud mendiskreditkan pejabat yang baru menjabat.

“Mestinya sebagai Sekda baru menjadi catatan agenda rapat-rapat seperti ini, dan saya tidak sedang membanding-bandingkan Sekda lama dengan Sekda baru,” ujar Zainal.

Politikus yang telah lebih dari satu dekade menjadi anggota DPRD itu kemudian menceritakan pengalamannya selama tiga periode menjadi legislator hingga dua tahun memimpin DPRD Sumenep.

Baca Juga :  SPPG Ganding Diterpa Isu Kualitas Makanan, Siswa Dilaporkan Muntah

Menurutnya, mantan Sekda Edy Rasiyadi selalu menunjukkan komitmen tinggi terhadap agenda DPRD.

“Saya menjadi anggota DPRD sudah 12 tahun berada di sini, sudah berjalan tiga periode dan sudah dua tahun saya menakhodai di kantor ini. Pak Sekda Edy, kalau diundang jam 09.00, pimpinan dan anggota Banggar belum datang, beliau (red. Sekda lama) sudah ada di kantor ini,” ungkapnya dalam video tersebut.

Lebih jauh, Zainal sapaan akrabnya menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar mengenai kehadiran seseorang dalam rapat, melainkan menyangkut penghormatan terhadap institusi DPRD serta komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjalankan agenda yang telah disepakati bersama.

Menurutnya, undangan rapat telah disampaikan secara resmi sehingga semestinya menjadi prioritas bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembahasan APBD.

“Agenda ini sudah disepakati bersama dan surat resmi juga sudah disampaikan. Seharusnya ada komitmen untuk menghormati proses pembahasan anggaran,” tegas Zainal.

Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi antara eksekutif dengan legislatif menjadi fondasi penting dalam penyusunan APBD yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Jadi, ini bukan sekadar persoalan hadir atau tidak hadir, tetapi menyangkut penghormatan terhadap institusi DPRD,” pungkasnya.

Polemik ini pun menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah proses pembahasan dokumen anggaran yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Sumenep pada Tahun Anggaran 2027.

Baca Juga :  Perlindungan PPPK Kian Kuat, Pemkab Sumenep Hadirkan Program Smart Save

Meski demikian, sikap Agus Dwi Syahputra yang memilih menerima kritik sebagai bahan evaluasi diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki koordinasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD sehingga proses pembahasan APBD dapat berjalan lebih efektif, disiplin, dan harmonis pada tahapan berikutnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru