JAKARTA, — nusainsider.com — Warga keluhkan arus lalu lintas yang terjadi di putaran balik Jl. Danau Agung Utara yang berjarak -+200m dari persimpangan lampu merah blok ‘A’ dikeluhkan warga, ketua RW dan tokoh masyarakat sekitar terutama dari RW.08, 09, 10 dan 18 Kelurahan Sunter Agung, kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang sehari-harinya melewati jalur putar balik tersebut.
Pasalnya uji coba penutupan putar balik tersebut bukannya mengurai kemacetan guna memperlancar arus lalu lintas di Jalan Danau Sunter Utara, justru menambah kemacetan akibat menumpuknya kendaraan pada putaran balik berikutnya dari putaran balik yang ditutup tersebut.
Peter salah seorang warga RW 18 menuturkan bahwa dirinya merasa kesal dengan uji coba penutupan jalur putaran balik tersebut. Hal itu bukannya melerai kemacetan, justru malah membuat arus jalan malah semakin padat.
“Jauh dan macet, jangan ditutuplah, karena dari RW 18 yang terdekat putaran baliknya yaitu sedang uji coba di wilayah RW 08, 09 dan seberang RW 10,” katanya.
Dari pantauan media nusainsider.com putaran balik yang digunakan para pengendara sementara ini di dekat Pengisian Bahan Bakar dimana kemacetan bertambah karena selain sempit volume kendaraan yang berputar balik ke arah Kemayoran dan Jalan Danau Sunter Barat tersebut semakin bertambah setelah ditutupnya putaran balik yang ditutup uji cobakan.
“Iya saya tidak setuju, karena memperparah, macet jalanan,” ujarnya H Teddy warga RW 08 yang setiap hari menggunakan jalur putaran balik tersebut.
Senada dengan H Teddy, Ketua RW 09, Marthin juga keberatan bila putaran balik yang bersinggungan dengan Wilayah RW 09, tersebut ditutup, karena putaran berikutnya cukup jauh dan malah semakin macet.
“Jauh dan macet,” ungkapnya.
Sementara itu, Rachmah warga RW 09 juga tidak setuju dengan putaran balik dilokasi tersebut dengan Alasan, Akses putar balik menuju Lampu merah Blok A menjadi jauh, sedangkan putaran balik sebrang POM Bensin Pertamina sebelan Dunkin Donnat sering kali macet karena antrian POM Bensin tersebut.
Ada 4 wilayah RW yang bersinggungan dan memanfaatkan jalan putaran balik tersebut dalam keseharian pergi dan pulang beraktivitas, yaitu RW. 08, 09, 10 dan sebagian warga RW 18, “Bebernya
Lain lagi Ketua RW 18, Fajar Budiman mengatakan melalui telepon selulernya, bahwa sebenarnya sumber kemacetan ada beberapa yang harus dievaluasi :
1. Antrian POM Bensin Paradise
2. Lampu Merah perempatan Piza Hut, di mana banyak motor dan mobil berbelok kanan yang dilarang.
3. Putaran depan Perum Sagna, di mana banyak kendaraan langsung menyebrang ke kompleks Sagna serta
4. Perempatan Shell, ada simpang yang ramai.
Namun demikian, Fajar tetap menyerahkan urusan ini ke Dishub.
“Sementara biarlah Dishub melakukan uji tersebut sambil dievaluasi,” tuturnya.
Warga saya lebih banyak memakai putaran depan Pom Paradise karena lokasi RW saya berada setelah putaran tersebut,”tambahnya.
Untuk mengurai kemaceatan di Jalan Danau Sunter Utara, Rachmah menyarankan, Pertama, Khusus lampu Merah Blok A yang dari arah Sunter Mall menuju Griya maupun sebaliknya untuk hari senin s/d jumat pukul 07.00 sd 09.00 WIB lebih diperlama lampu hijaunya karena arah kedua ini central (red. Aktivitas dan frekuensi kendaraan lebih banyak dibanding dari arah lain).
Kedua, khusus nasabah Bank Mandiri tidak diperbolehkan keluar dari Bank Mandiri langsung potong menuju puter balik jembatan menuju RS Satya Negara karena itu lawan arah yang menyebabkan tersendatnya roda 2 dan 4 atau Bisa dipakaikan beton.
Ketiga, jangan ada Pak Ogah di puteran balik tersebut (red. arah Sunter Mall ke RS Satya Negara), karena salah satu penyebab tersendatnya mobil jalan dari arah griya ke RS Satya Negara, “Tutupnya.
Lebihlanjut, Kasatpel Dishub Tanjung Priok, Raffles Gultom melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa penutupan putaran balik tersebut dalam uji coba dan akan dikaji kembali.
“Uji coba 2 minggu lagi,” jelasnya sore ini, Jumat, 16/6/2023 Kepada media nusainsider.com
Lurah Sunter Agung, saat dihubungi media ini menyampaikan kalau aspirasi warga, ketua RW dan tokoh masyarakat yang keberatan dalam pertemuan forum RT/RW dan meminta agar putaran balik yang dimaksud dibuka saja.
“Sudah disampaikan ke Kasatpel Dishub Tanjung Priok dan Kasatpel Dishub Tanjung Priok sudah meneruskan ke Sudin Dishub Jakarta Utara, uji coba tersebut sekitar 1 – 2 minggu,” tuturnya, Jumat, 16/6/2023.
Sementara Kasi Lalin, Agung, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.
![]()
















