Afternoon Tea’ Bersama Dr. Hongjoo Ham Tentang Sulawesi Utara Menuju Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif

Rabu, 23 Agustus 2023 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANADO, nusainsider.com Masa depan Sulawesi Utara adalah Pariwisata terutama pariwisata berkelanjutan yang berbasis Lingkungan dengan berbagai keanekaragaman hayati’.

Demikian disampaikan oleh Dr. Johny Tasirin, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi pada acara ‘afternoon tea’ pada hari Sabtu, 29 Agustus 2023 bersama Dr. Hongjoo Hahm, konsultan ILO Kantor Regional Bangkok dalam rangkain kunjungan ke Manado untuk mempersiapkan pertemuan regional berjudul ‘Regional Forum on Green Jobs in Southeast Asia: Transitioning to a Green and Blue Economy for ASEAN Member States – Learning from North Sulawesi’.

Forum Regional tersebut akan dilaksanakan di Manado pada 26-28 September 2023 dengan melibatkan beberapa negara yang tergabung dalam UN Partnership (Kemitraan PBB) sebagai upaya penanganan perubahan Iklim.

Baca Juga :  Dirut PDAM Wenang Wanua Manado, Silahkan Hubungi Call Center 112 Untuk Pelayanan Air Di Kota Manado

International Labour Organization (ILO) yang merupakan badan PBB menginisiasi forum regional ini untuk melanjutkan dampak positif intervensi proyek Skills for Prosperity (SfP) di Sulawesi Utara selama 2,5 tahun (September 2020 – February 2023).

Proyek tersebut bekerjasama dengan Politeknik Negeri Manado dan Universitas Klabat dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di empat desa sekitar pesisir, yaitu Budo, Tiwoho, Marinsow dan Pulisan.

Sukses story tersebut akan kita diskusikan bersama perwakilan beberapa negara yang tergabung dalam kemitraan PBB di ASEAN dan donor potensial yang sudah konfirmasi hadir dalam acara forum tersebut.

Sementara itu Ir. Maurits Mantiri, MM – Walikota Bitung yang turut hadir dalam pertemuan afternoon tea menyoroti bahwa Potensi Bitung dan Sulawesi Utara dengan segala keunikan dan sumber daya alam yang ada semestinya mampu bersaing dengan destinasi-destinasi lain di Indonesia.

Namun demikian beberapa hal yang masih menjadi tantangan adalah konektivitas, pariwisata yang terintegrasi, digitalisasi, akses transportasi serta penerbangan yang masih relative mahal. Hal tersebut juga dirasakan para pelaku pariwisata di Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Hakim Suharto Melemah, Mengapa?. Simak disini

Sebanyak 25 peserta hadir dalam afternoon tersebut yang dilaksanakan oleh Forlat (Forum Pelatihan Vokasi) DPD Sulut yang bekerjasama dengan ILO, antara lain berasal dari Pemerintah Provinsi Sulut dan Bitung, APINDO, ASITA, BACIRARO, Selamatkan YAKI, Akademisi dari Unsrat dan Polimanado, PHRI, dsb. Forlat adalah wadah berbagi informasi, komunikasi, representasi, konsultasi dan fasilitasi lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

Forlat bertujuan menyediakan informasi dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi berkualitas dalam rangka membangun sumber daya Manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Secara umum pembangunan ekonomi di Sulawesi Utara tercantum dalam misi RPJMD 2021-2026, yaitu (1) pembangunan SDM berkualitas, (2) penguatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan, pariwisata dan jasa, (3) pembangunan infrastruktur dan konektivitas, (4) pembangunan daerah berkelanjutan, dan (5) Pemerintah yang baik dan bersih didukung sinergitas antar daerah, demikian disampaikan Elivra Katuuk, SE, ME, Plt Kepala Bapeda Provinsi Sulawesi Utara.

Rahel Rotinsulu, SSTP, MSi, Plt Kepala Dinas Ketengakerjaan Provinsi Sulut menambahkan dalam kerangka pembangunan SDM, Provinsi Sulawesi Utara mempunyai program unggulan, yaitu:

Baca Juga :  Tonaas LMI Minsel Minta APH Usut Tuntas Kematian Balita Di Minsel

(1) Pemagangan berkualitas baik yang dilaksanakan dalam negeri maupun luar negeri, dan

(2) progarm perlindungan sosial (BPJS) bagi pekerja informal dan sosial keagamaan.

Pada akhir sesi diskusi, Dr. Hongjoo Hahm yang pernah bertugas sebagai Country Manager Bank Dunia selama 2005-2015 menyampaikan 3 hal prioritas dari hasil pengamatan selama di Manado dan berdiskusi dengan beberapa pihak, yaitu: (1) perlunya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan ekonomi terutama pariwisata berkelanjutan, (2) peningkatan akses kepada lembaga keuangan untuk mendukung permodalan usaha di pedesaan, dan (3) pengelolaan sampah dan plastik dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dan penegekan aturan yang tegas.

Loading

Berita Terkait

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN
Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera
Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terbaru