Angka Perceraian Meroket di Jawa Timur, Ning Lia Dorong Edukasi Pra-Nikah yang Realistis

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama.

Foto Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama.

SURABAYA, nusainsider.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menyoroti tingginya angka perceraian di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Fenomena tersebut dinilainya sebagai persoalan serius yang tidak lagi bisa dipandang sebatas urusan domestik, melainkan telah menjadi alarm sosial yang perlu penanganan menyeluruh.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu mengungkapkan, berdasarkan data sejumlah Pengadilan Agama (PA) di Jawa Timur, perkara perceraian setiap tahun mencapai puluhan ribu kasus. Bahkan, beberapa daerah menunjukkan tren peningkatan signifikan, baik gugatan cerai dari pihak istri maupun talak dari pihak suami.

“Angka perceraian yang terus meningkat ini menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam ketahanan keluarga. Ini bukan hanya soal putusnya hubungan suami-istri, tetapi juga menyangkut masa depan anak, kondisi ekonomi keluarga, hingga stabilitas sosial,” ujar Ning Lia, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, tingginya perceraian dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari tekanan ekonomi, minimnya kesiapan mental dalam berumah tangga, konflik berkepanjangan, hingga dampak media sosial yang kerap memicu perbandingan dan disharmoni dalam keluarga.

Baca Juga :  UIN Malang Disomasi Terkait Kavling Fiktif, Staf Rektorat Diduga Arogan

Di sisi lain, Ning Lia menyoroti kontras narasi yang berkembang di ruang publik. Di tengah meningkatnya angka perceraian, media sosial justru ramai dengan konten imbauan menikah, termasuk dari Kantor Urusan Agama (KUA), yang kerap dibalut narasi romantis.

“Imbauan menikah tentu baik, tetapi harus dibarengi dengan edukasi pra-nikah yang kuat dan realistis. Jangan sampai masyarakat hanya didorong untuk menikah, tetapi tidak dipersiapkan menghadapi dinamika dan tantangan rumah tangga,” tegasnya.

Ia mendorong penguatan program bimbingan perkawinan, konseling keluarga, serta literasi ketahanan rumah tangga, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, negara perlu hadir lebih jauh, tidak hanya dalam aspek legal pernikahan dan perceraian, tetapi juga pada upaya pencegahan konflik keluarga.

“Pernikahan bukan sekadar seremoni. Jika angka perceraian terus melonjak, maka yang perlu diperbaiki adalah sistem pembinaan keluarga dari hulu ke hilir,” pungkasnya.

Ning Lia menegaskan, menikah memang ibadah, namun juga amanah besar yang menuntut kesiapan mental, ekonomi, serta kemampuan mengelola konflik. Ia menilai, banyak pasangan menikah tanpa bekal cukup sehingga tumbang di tahun-tahun awal pernikahan.

“Akibatnya, anak menjadi korban, perempuan rentan secara ekonomi, dan beban sosial semakin meningkat,” ujarnya.

Ia berharap tingginya data perceraian di Jawa Timur menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga masyarakat luas, agar institusi keluarga tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Berita Terbaru