Emil Dardak–Lia Istifhama Dinilai Punya Peluang Besar Bertarung di Pilgub Jawa Timur 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Lia Istifhama (Kanan), Emil Dardak (Kiri)

Foto. Lia Istifhama (Kanan), Emil Dardak (Kiri)

SURABAYA, nusainsider.com Dinamika politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2029 mulai menunjukkan geliat. Salah satu wacana yang mulai menjadi perhatian publik adalah munculnya duet Emil Elestianto Dardak dan Lia Istifhama, yang kini populer dengan akronim EMILIA.

Pengamat politik asal Kepulauan Madura, Hamdan Arrosyidi, menilai pasangan tersebut memiliki potensi besar menjadi poros baru yang patut diperhitungkan dalam kontestasi politik Jawa Timur mendatang.

Menurutnya, baik Emil maupun Lia sama-sama memiliki modal politik yang kuat, mulai dari popularitas, kapasitas kepemimpinan, hingga rekam jejak yang positif di mata masyarakat.

“Duet ini bukan muncul tanpa alasan. Emil dan Lia memiliki kekuatan yang saling melengkapi sehingga layak diperhitungkan dalam peta politik Jawa Timur menuju 2029,” ujar Hamdan, Senin (20/7/2026).

Hamdan menjelaskan, Emil Dardak yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur sekaligus petahana Wakil Gubernur Jawa Timur memiliki modal politik yang sangat besar.

Baca Juga :  Petani Milenial Sumenep Desak Dukungan: Bawa Pupuk Organik dan Gagasan ke Hadapan Bupati

Pengalamannya mendampingi Gubernur Khofifah Indar Parawansa selama dua periode dinilai telah membentuk karakter kepemimpinan yang matang, baik sebagai birokrat maupun politisi.

“Emil memiliki modal politik utama yang sulit diabaikan oleh partai mana pun. Catatan bersihnya selama memimpin Jawa Timur, ditambah jaringan akar rumput yang kuat hingga ke elite politik, menjadi jaminan kemapanan struktur penopangnya,” katanya.

Sementara itu, Lia Istifhama dinilai bukan wajah baru dalam politik Jawa Timur. Sebagai anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia mencatat prestasi pada Pemilu 2024 dengan menjadi salah satu senator perempuan nonpetahana dengan perolehan suara tertinggi di Indonesia.

Menurut Hamdan, Lia juga memiliki kekuatan besar karena menjadi representasi kalangan Nahdliyin (NU), baik secara kultural maupun struktural. Ditambah lagi, kedekatannya secara kekeluargaan dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dinilai menjadi nilai tambah dalam meningkatkan elektabilitasnya.

“Lia akan menjadi sosok yang sangat menarik untuk meramaikan kontestasi karena dianggap sebagai representasi kultural maupun struktural kaum Nahdliyin. Kelompok ini merupakan salah satu segmen pemilih terbesar di Jawa Timur,” jelasnya.

Ia menambahkan, jaringan politik yang telah dibangun Lia selama menjadi senator, ditambah posisinya sebagai tokoh muda NU, menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Jaringan dan mesin politiknya sebagai senator sekaligus tokoh muda NU telah tertata kuat dan rapi. Ini akan menjadi modal yang sangat menjanjikan untuk bertarung di Pilgub nanti,” imbuh Hamdan.

Lebih lanjut, Hamdan menilai salah satu keunggulan utama duet EMILIA adalah kemampuannya menjangkau dua kelompok pemilih terbesar di Jawa Timur, yakni kalangan perempuan atau emak-emak dan generasi muda (Gen Z).

Baca Juga :  Akses Antar Dusun Rusak Parah, Warga Montorna Pertanyakan Transparansi Dana Desa 1,4M

Menurutnya, Lia memiliki peluang besar menggaet suara pemilih perempuan melalui representasi gender serta kedekatan emosional dan kultural dengan basis Nahdlatul Ulama.

Di sisi lain, Emil dinilai memiliki daya tarik kuat di kalangan anak muda berkat citranya sebagai pemimpin muda yang bersih dari kasus korupsi, minim kontroversi dalam kehidupan pribadi, serta dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang teknokratis.

“Pertemuan antara Emil yang matang di birokrasi dan Lia yang memiliki basis kultur NU yang kuat adalah kombinasi yang sangat menjanjikan. Ini merupakan duet yang berpotensi berbicara banyak dalam kontestasi politik Jawa Timur,” ungkap Hamdan.

Meski demikian, Hamdan mengingatkan bahwa modal popularitas, kapasitas, dan elektabilitas saja belum cukup untuk memastikan langkah pasangan EMILIA menuju Pilgub Jawa Timur 2029.

Baca Juga :  Kemenhub dan PT Pelni Diminta Tegas, Sanus 74 Dinilai Rugikan Penumpang

Menurutnya, tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah memperoleh dukungan resmi dari partai-partai politik sebagai syarat utama untuk dapat mengikuti kontestasi pemilihan gubernur.

“Pada akhirnya, semua akan bergantung pada konfigurasi koalisi partai politik. Dukungan partai menjadi pintu utama untuk bisa maju dalam Pilgub. Karena itu, komunikasi politik dan konsolidasi dengan berbagai kekuatan politik harus mulai dibangun apabila duet ini benar-benar ingin diwujudkan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi
Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027
Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat
H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027

Senin, 20 Juli 2026 - 10:34 WIB

Emil Dardak–Lia Istifhama Dinilai Punya Peluang Besar Bertarung di Pilgub Jawa Timur 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Berita Terbaru