SUMENEP, nusainsider.com — Di tengah kemeriahan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026, pesan tentang pemerintahan bersih dan perang terhadap korupsi justru tampil mencolok.
Salah satunya datang dari stan Inspektorat Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian festival tersebut.
Pesan itu semakin kuat ketika Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyambangi stan Inspektorat. Kunjungannya bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melihat langsung materi edukasi yang disiapkan terkait pengawasan pemerintahan, integritas dan pencegahan korupsi.
Salah satu materi yang menarik perhatian mengusung kalimat tegas, “Buanglah Koruptor pada Tempatnya.” Pesan tersebut dikemas sebagai kampanye antikorupsi untuk membangun kesadaran bahwa praktik korupsi bukan hanya persoalan internal birokrasi, melainkan ancaman terhadap pembangunan yang harus dilawan bersama.
Bupati Sumenep menegaskan, pemerintahan yang bersih tidak dapat dibangun tanpa sistem pengawasan yang kuat. Karena itu, upaya pencegahan harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan.
“Pengawasan harus diperkuat. Jangan menunggu ada masalah baru dilakukan pemeriksaan. Pencegahan harus menjadi bagian utama,” tegasnya.
Menurutnya, Inspektorat memiliki posisi strategis sebagai aparat pengawasan internal pemerintah. Fungsi tersebut tidak semestinya hanya bergerak setelah persoalan muncul, tetapi harus hadir sejak tahap awal untuk mengidentifikasi potensi penyimpangan dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan.
Bupati juga mendorong jajaran Inspektorat untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Independensi dan objektivitas, kata dia, menjadi bagian penting agar fungsi pengawasan dapat berjalan secara efektif dan memberikan kontribusi terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan.
Sebab, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya program yang direalisasikan pemerintah. Lebih dari itu, setiap program dan penggunaan anggaran harus dipastikan berjalan sesuai ketentuan serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintahan yang baik membutuhkan integritas. Karena itu, pengawasan harus menjadi kekuatan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan benar dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat,” pesannya.
Kehadiran Inspektorat dalam Pameran Pembangunan MCF 2026 sekaligus menjadi cara untuk membawa fungsi pengawasan lebih dekat kepada masyarakat.
Selama ini, pengawasan pemerintahan kerap dianggap sebagai urusan internal birokrasi yang hanya dipahami oleh aparatur.
Melalui ruang publik seperti pameran, edukasi mengenai integritas dan antikorupsi dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana. Masyarakat pun diingatkan bahwa mereka memiliki posisi penting dalam mengawal proses pembangunan di daerah.
Partisipasi publik dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan hingga menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan melalui saluran yang tepat.
Dengan demikian, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab Inspektorat maupun aparatur pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran dalam memastikan pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel.
Pesan yang dibawa Inspektorat dalam MCF 2026 pun menjadi relevan dengan semangat pembangunan daerah. Kemajuan tidak hanya membutuhkan anggaran besar dan program yang banyak, tetapi juga integritas dari seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraannya.
Kunjungan Bupati Sumenep ke stan Inspektorat menjadi simbol bahwa komitmen terhadap pemerintahan bersih harus terus diperkuat.
Budaya integritas diharapkan tidak berhenti sebagai slogan yang terpampang di ruang publik, tetapi menjadi prinsip yang diterapkan dalam setiap proses pemerintahan.
Pameran Pembangunan MCF #4 2026 berlangsung pada 26 Agustus hingga 4 September 2026. Berbagai perangkat daerah dan instansi turut ambil bagian dengan menampilkan program, inovasi serta capaian pembangunan kepada masyarakat.
Di tengah gemerlap festival budaya dan aktivitas ekonomi, stan Inspektorat menghadirkan pesan yang berbeda namun fundamental: pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pemerintahan yang bersih.
Sebab, pembangunan tanpa integritas berisiko kehilangan makna. Sebaliknya, ketika pengawasan diperkuat, pencegahan dijalankan sejak awal dan masyarakat ikut terlibat, pembangunan diharapkan tidak hanya terlihat maju, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















