DKPP dan DKUPP Sumenep Dorong Peredaran Daging Halal di Pasar Rakyat

Kamis, 12 Maret 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pencanangan daging di pasar tradisional Sumenep.

Foto. Pencanangan daging di pasar tradisional Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya meningkatkan jaminan keamanan dan kehalalan produk pangan bagi masyarakat.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan mencanangkan penjualan daging bersertifikat halal di pasar tradisional.

Pencanangan tersebut dilakukan di salah satu kios daging di pasar tradisional dengan melibatkan sejumlah pedagang daging setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan produk daging yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan kehalalan.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat sejumlah pejabat daerah bersama para pedagang memegang banner bertuliskan “Kios Daging Pak Surat/Sultani Berasal dari RPH Manding yang telah bersertifikat halal dan NKV”.

Banner tersebut menandakan bahwa daging yang dijual di kios tersebut berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah memiliki sertifikasi halal serta Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Baca Juga :  Turis Asing Kepincut Keunikan Kasur Pasir, Legung Timur Jadi Sorotan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa pencanangan daging bersertifikat halal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan jaminan kualitas daging kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendorong agar daging yang dijual di pasar berasal dari RPH yang telah memenuhi standar kesehatan dan kehalalan.

“Pencanangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa daging yang beredar di pasar benar-benar berasal dari rumah potong hewan yang telah memiliki sertifikasi halal serta NKV,” ujar Chainur Rasyid.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa proses pemotongan hewan telah memenuhi standar kesehatan hewan, sanitasi, serta tata cara penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran para pedagang daging agar lebih memperhatikan asal-usul produk yang mereka jual kepada masyarakat.

Baca Juga :  Kalender Event 2023 Sumenep Berlangsung Meraih, Berikut Agendanya Hari Ini

Chainur Rasyid menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan kepada para pedagang serta pengelola rumah potong hewan agar standar tersebut dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan ke depannya.

“Kami berharap para pedagang daging di pasar tradisional dapat mengikuti langkah ini sehingga masyarakat semakin percaya terhadap kualitas daging yang dijual,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh Ramli, menyampaikan bahwa pencanangan daging bersertifikat halal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional.

Menurutnya, dengan adanya jaminan halal dan standar kesehatan dari RPH, masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk membeli daging di pasar rakyat.

“Pasar tradisional harus mampu memberikan jaminan kualitas produk kepada masyarakat. Dengan adanya daging bersertifikat halal ini, konsumen akan merasa lebih aman dan nyaman,” kata Moh Ramli.

Ia juga menilai bahwa langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pasar modern.

Baca Juga :  200 Abang Becak di Pamekasan Terima Paket Bantuan Ramadan dari Pemkab dan BIP

Dengan adanya program ini, pemerintah berharap seluruh pedagang daging di Kabupaten Sumenep dapat secara bertahap menggunakan pasokan daging dari rumah potong hewan yang telah memiliki sertifikasi resmi.

Selain memberikan jaminan keamanan pangan, program ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap konsumen agar mendapatkan produk yang sesuai dengan standar kesehatan dan kehalalan.

Melalui pencanangan ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas distribusi pangan di daerah serta memastikan bahwa masyarakat mendapatkan produk daging yang aman, sehat, dan halal.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM
QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara
Nelayan Kalowang Dapat 80 Box Ikan dan Peralatan Pancing dari PPM HCML 2026
Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep
Nelayan Masalembu Datangi Polsek, Apresiasi Respons Cepat Tangani Kasus Pencurian
Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah
Sentuh Pendidikan Keagamaan, PPM HCML 2026 Rehabilitasi MDT Ridlal Halim di Gayam
PMII Sumenep-Kapolresta Sepakat Perkuat Sinergi, Pengawasan Galian C Ilegal Jadi Perhatian

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:46 WIB

QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Nelayan Kalowang Dapat 80 Box Ikan dan Peralatan Pancing dari PPM HCML 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Nelayan Masalembu Datangi Polsek, Apresiasi Respons Cepat Tangani Kasus Pencurian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Sentuh Pendidikan Keagamaan, PPM HCML 2026 Rehabilitasi MDT Ridlal Halim di Gayam

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:29 WIB

PMII Sumenep-Kapolresta Sepakat Perkuat Sinergi, Pengawasan Galian C Ilegal Jadi Perhatian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:27 WIB

DPRD Pamekasan Angkat Jempol! Satreskrim Bekuk Buron Investasi Bodong Rp7,8 Miliar

Berita Terbaru