SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mengajukan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) untuk sektor tanaman pangan pada tahun anggaran 2026.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta mendorong swasembada pangan di berbagai daerah sentra produksi pertanian.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah sukses melaksanakan program Oplah pada tahun 2025. Saat itu, program tersebut juga disertai pembinaan Brigade Pangan (BP) di sejumlah kecamatan, seperti Saronggi, Lenteng, dan Guluk-Guluk.
Keberhasilan tersebut menjadi pijakan bagi DKPP untuk kembali mengusulkan sejumlah wilayah agar mendapatkan program serupa pada tahun 2026.
“Program Oplah ini difokuskan pada tanaman pangan, khususnya padi. Untuk tahun ini kami mengusulkan beberapa wilayah seperti Kecamatan Gapura, Ganding, dan Batuan. Sementara untuk wilayah kepulauan, kami mengusulkan Kecamatan Arjasa,” ujar Chainur Rasyid, yang akrab disapa Inung, saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, setiap item program Oplah mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp46 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan sarana penunjang, seperti irigasi, sekaligus pembentukan Brigade Pangan di setiap titik program.
Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengelolaan lahan pertanian dengan pendekatan modern, profesional, dan berbasis keterampilan petani.
“Pada tahun 2025 kami telah membina tiga Brigade Pangan. Tahun ini kami menargetkan jumlahnya bertambah. BP ini sangat penting karena mereka yang akan mengelola lahan secara lebih modern dan berorientasi pada pengembangan usaha pertanian,” jelasnya.
DKPP Sumenep berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, sehingga dapat mendukung target swasembada pangan nasional.
“Harapannya produksi padi di Sumenep terus meningkat. Program ini memang difokuskan untuk tanaman pangan, terutama padi, sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















