FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat

Senin, 6 Juli 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua Umum FPR, Kurdiyansyah usai gelar Audiensi bersama pemkab Sumenep Senin 6 Juli 2026

Foto. Ketua Umum FPR, Kurdiyansyah usai gelar Audiensi bersama pemkab Sumenep Senin 6 Juli 2026

SUMENEP, nusainsider.com Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menghantui masyarakat Kepulauan Raas, Kabupaten Sumenep. Kondisi ini memicu reaksi keras dari Forum Pemuda Raas (FPR) yang mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menjamin ketersediaan pasokan energi bagi warga kepulauan.

FPR menilai persoalan BBM di Raas bukan lagi sekadar kendala distribusi biasa, melainkan telah berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi laut, mobilitas warga, hingga roda perekonomian lokal. Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Ketua Umum FPR, Kurdiyansyah, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan kelangkaan BBM terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.

“BBM adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir dan segera merespons kondisi ini, terutama bagi masyarakat kepulauan yang memiliki keterbatasan akses distribusi,” kata Kurdiyansyah, Senin (6/7/2026).

Tak hanya menyoroti kelangkaan, FPR juga mengungkap adanya dugaan praktik yang tidak sehat dalam tata kelola distribusi BBM di wilayah Raas. Mereka meminta pemerintah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi yang berjalan selama ini.

Baca Juga :  Pantau Kegiatan Lifting Akhir Tahun, SKK Migas Apresiasi Tim Jambaran Tiung Biru dan ExxonMobil Cepu Limited

Menurutnya, apabila ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan, praktik monopoli, atau keterlibatan oknum tertentu dalam distribusi BBM, maka aparat dan pihak terkait harus bertindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Foto Bersama FPR Sumenep bersama Pemkab setempat usai Gelar Audiensi, Senin 6 Juli 2026

“Jika memang ada oknum yang bermain, kami berharap segera ditindak sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar melalui Stafnya, Andre, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Pertamina Patra Niaga, guna memastikan distribusi BBM ke wilayah kepulauan tetap berjalan.

Baca Juga :  Berdasarkan Nomor 12 Tahun 2025, KPU Sumenep Serahkan SK Penetapan Bupati Terpilih 2025-2030

Ia mengakui distribusi energi di daerah kepulauan memiliki tantangan tersendiri karena faktor geografis dan keterbatasan sarana pendukung.

Meski demikian, pemerintah disebut terus mendorong optimalisasi operasional Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Distribusi BBM di wilayah kepulauan memang memiliki tantangan tersendiri. Kami terus berupaya agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Andre.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi distribusi BBM dan meminta setiap dugaan pelanggaran segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi berwenang, “Tambahnya.

Baca Juga :  Naghfir’s Institute Wakafkan Buku ke Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, Perkuat Intelektual Kader Muda

Sementara itu, FPR memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah. Bahkan, organisasi kepemudaan tersebut membuka peluang melakukan aksi lanjutan, termasuk demonstrasi maupun audiensi yang lebih besar, apabila dalam waktu dekat tidak ada solusi nyata untuk mengakhiri krisis BBM yang kembali terjadi di Kepulauan Raas.

“Kalau tidak ada langkah konkret, kami siap mengambil langkah lanjutan demi memperjuangkan hak masyarakat Raas untuk mendapatkan akses BBM yang layak,” tandas Kurdiyansyah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:34 WIB

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51

Berita Terbaru