SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kiprahnya dalam membangun ekosistem kreatif di kalangan generasi muda.
Melalui ajang Karya Audio Visual bertajuk “From Root to Reels”, Diskominfo sukses mengajak pelajar dan mahasiswa mengekspresikan ide dalam bentuk film pendek yang sarat nilai budaya, moral, dan edukasi.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap tumbuhnya industri kreatif lokal. Para peserta dari berbagai SMA, MA, SMK, hingga perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep turut berpartisipasi dengan antusias, menampilkan karya yang mencerminkan kekayaan budaya serta kearifan lokal Madura.
Kepala Diskominfo Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi, menjelaskan bahwa tema “From Root to Reels” dipilih untuk mengajak anak muda mengenali akar budaya daerah.
Melalui bahasa sinematografi yang segar dan modern, mereka diajak mengemas nilai-nilai lokal dalam karya yang mampu bersaing di era digital.
“Film bukan sekadar tontonan, tapi media kuat untuk mengedukasi dan mendokumentasikan kekayaan budaya kita. Di tengah derasnya arus digitalisasi, penting bagi generasi muda menjaga akar budaya sendiri,” ujar Indra dalam sambutannya di Aula Diskominfo Sumenep.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa anak muda Sumenep bukan hanya penikmat konten digital, tetapi juga pencipta narasi yang bermakna.
Kreativitas yang lahir dari tangan mereka menunjukkan bahwa potensi Sumenep di bidang perfilman amat besar.
“Kami bangga melihat kemampuan mereka bercerita dan menyampaikan pesan budaya dengan cara kreatif. Ini bukti bahwa generasi muda Sumenep punya potensi besar di dunia industri kreatif,” tegasnya.
Indra sapaan akrabnya menambahkan, Diskominfo Sumenep berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas film lokal.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan sineas muda yang tidak hanya berbakat secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang tinggi.
“Kami ingin membangun ruang kreatif yang berkelanjutan. Dengan dukungan lintas sektor, film pendek lokal bisa menjadi alat promosi budaya dan wisata Sumenep di kancah nasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Diskominfo.
Menurutnya, ajang ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah mampu menggerakkan semangat kreatif generasi muda.
“Kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan, kami di DPRD tentu akan mendukung, bahkan mempertimbangkan peningkatan anggaran untuk Diskominfo. Karena jelas, program ini berdampak langsung pada pengembangan potensi kreatif anak muda,” ujar Hairul.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai etika dan moral dalam setiap karya yang diciptakan. Menurutnya, kreativitas akan lebih bernilai jika tetap berpijak pada norma dan budaya masyarakat.
“Kreativitas itu penting, tapi harus tetap berlandaskan norma. Jangan hanya mengejar viewers lalu membuat konten yang merusak moral atau tidak pantas ditonton. Film pendek harus menjadi sarana edukasi dan promosi potensi daerah,” tambahnya.
Kegiatan “From Root to Reels” juga sejalan dengan visi Bupati Sumenep dalam program “Visit Sumenep” yang menekankan promosi wisata berbasis budaya lokal. Melalui film, keindahan dan keunikan Sumenep dapat tersampaikan kepada khalayak luas dengan cara yang menarik dan menyentuh.
“Film bisa jadi media promosi wisata yang efektif. Seperti halnya Yogyakarta yang dikenal lewat karya video kreatifnya, kami ingin Sumenep juga dikenal karena kekayaan budayanya yang divisualkan secara indah,” ungkap Indra.
Ajang ini kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang lomba film pendek terbaik dari dua kategori, yaitu SMA/MA dan Perguruan Tinggi/Umum.
Kategori SMA/MA:
- MAN Sumenep – Luna in Cultureland
- SMA Ambunten – Perahu Terakhir
- SMKN 1 Kalianget – Saronin
- MA An-Nawari – Hadrah
- SMAN 1 Kalianget – Transfer Eksfosi
- SMKN 1 Sumenep – Pamor Digital
- SMAS NU – Ngin Angin
Kategori Perguruan Tinggi/Umum:
- Universitas Wiraraja – Menyulam Cahaya
- PP Lubangsa Annuqayah – Atale
- Universitas PGRI Sumenep – Warisan
- Universitas Annuqayah – Tajin Sappar
- Universitas Annuqayah – Menapak Asal
Beragam karya yang ditampilkan menunjukkan kekayaan ide dan kedalaman pesan yang diusung peserta. Mulai dari kisah perjuangan melestarikan tradisi, hingga nilai-nilai sosial yang dikemas dalam narasi modern, semua menghadirkan warna baru bagi perfilman lokal Sumenep.
Melalui ajang ini, indra sapaan akrab kepala Diskominfo Sumenep berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya mahir membuat film, tetapi juga memiliki karakter kuat, mencintai budaya, serta mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Harapan kami sederhana, semoga dari ajang ini lahir sineas muda Sumenep yang membawa identitas budaya lokal ke layar nasional, bahkan internasional,” Tutupnya Indra Wahyudi.
![]()
Penulis : Wafa
















