Hilangnya Fasilitas Bermain di Alun-alun Jember Nusantara, Kado Kegagalan Pemerintah di Akhir Tahun

Senin, 30 Desember 2024 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Menjelang akhir tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Jember belum melaksanakan Evaluasi dan Monitoring terhadap penerapan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal ini sangat di sayangkan mengingat Jember telah mendapatkan Predikat Kabupaten Layak Anak Nindya.

Sebelumnya, pada Jumat (20/09/24) lalu, PC KOPRI Jember telah melakukan Audiensi dengan pemerintah Daerah Kabupaten Jember (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/ DPRD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bertempat di gedung DPRD Kabupaten Jember dalam rangka membahas terakit Penerapan Perda Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Jember dalam kurun waktu satu tahun.

Tidak berlangsung lama setelah audiensi tersebut, pada (21/09/24), PC KOPRI Jember juga melakukan audiensi dengan Bupati Jember, yang  mengungkapkan komitmennya untuk melaksanakan evaluasi terhadap penerapan Perda KLA serta meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Jember Layak Anak (KLA).

Audiensi ini menunjukkan adanya kesadaran dari pihak pemerintah untuk melakukan perbaikan, meskipun hingga kini, hasil evaluasi yang dijanjikan belum juga disampaikan kepada publik.

Baca Juga :  PC Kopri PMII Jember Sebut Pemerintah Tidak Serius Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Pembangunan di Kabupaten Jember, meskipun berkembang pesat, masih memiliki celah besar dalam pemenuhan hak anak. Hal ini mengarah pada terhambatnya upaya Jember untuk memenuhi kriteria Kabupaten Layak Anak (KLA).

Sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2023 tentang Kabupaten Layak Anak, yang bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak anak di berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan, pembangunan yang tidak ramah terhadap anak semakin memperlihatkan kesenjangan tersebut.

“Dalam Pelaksanaan PERDA KLA mengacu pada permenPPPA no.12 tahun 2022 dimana salah satunya adalah Klaster Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif lebih khususnyanpada ketersediaan Infrastruktur Ramah Anak di Ruang Publik, maka sudah sepatutnya dalam setiap Pembangunan Infrastruktur di Wilayah Jember memperhatikan Ruang yang Ramah pada Anak,” ungkap Isna selaku Ketua Kopri Cabang Jember usai ditemui di Sekertariat PMII Jember.

Salah satu simbol dari pembangunan tersebut adalah Alun-Alun Jember Nusantara. Walaupun alun-alun ini diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat, kenyataannya tidak menyediakan fasilitas yang ramah anak. Minimnya ruang bermain yang aman di alun-alun menunjukkan ketidakseimbangan antara aspek pembangunan fisik dan pemenuhan hak anak.

Keadaan ini memperburuk gambaran Kabupaten Jember yang seharusnya berkomitmen pada pemenuhan hak anak melalui ruang publik yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Sementara itu, Ketua II Advokasi Gerakan KOPRI Cabang Jember, Nor Kamila menyatakan bahwa Pembangunan yang tidak ramah anak ini merupakan bentuk kelalaian dalam memenuhi kewajiban pemerintah untuk melindungi hak anak, padahal ruang publik adalah tempat yang seharusnya menjadi hak mereka untuk bermain dan berkembang.

Tanpa fasilitas ini, Jember semakin jauh dari predikat Kabupaten Layak Anak.”Imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, PC KOPRI JEMBER mengeluarkan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah.

Pertama, mendesak Pemerintah Kabupaten Jember untuk melakukan evaluasi dan monitoring terhadap penerapan Perda KLA.

Kedua, menyampaikan kekecewaan atas pembangunan Alun-Alun Jember Nusantara yang tidak memperhatikan kebutuhan fasilitas ramah anak; dan ketiga, meminta semua pihak untuk lebih peduli terhadap pemenuhan hak anak demi terwujudnya Kabupaten Jember yang Layak Anak.

PC KOPRI Jember berharap, dengan adanya evaluasi yang lebih mendalam terhadap kebijakan pembangunan, kabupaten Jember dapat lebih serius dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak, yang tentunya sejalan dengan tujuan dari Perda KLA dan produk hukum terkait lainnya, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian
Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru