Jangan Lupa! Besok SMSI Sumenep akan Menggelar Seminar Nasional Bahas Green Economy dan Tantangan Ekologis KEK Madura

Rabu, 12 November 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Flayer Seminar Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kabupaten Sumenep.

Foto. Flayer Seminar Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.comSerikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dengan menggelar Seminar Nasional bertajuk “Green Economy dan Tantangan Ekologis dalam Perencanaan KEK Madura”.

Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis, 13 November 2025, bertempat di Gedung Auditorium UNIBA Madura, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Bappeda Sumenep

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang memiliki pengalaman luas di bidang kebijakan publik, akademik, serta perencanaan pembangunan daerah.

Para pemateri antara lain Dr. Adi Prayitno, M.Si. (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen UIN Jakarta), Prof. Rachmad Hidayat, ASEAN Eng. (Rektor UNIBA Madura), serta Ir. Hairul Anwar, MT. (Anggota DPRD Sumenep). Sementara itu, Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi, MH. dijadwalkan hadir sebagai Keynote Speaker.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar ini menjadi langkah penting dalam mendukung wacana strategis pemerintah terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca Juga :  ALARM Gedor Kapolda Jatim: Buka Lagi Kasus Pokir dan BSPS di Sumenep

Menurutnya, KEK merupakan kebijakan nasional yang berorientasi pada pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, pemerataan pembangunan, serta peningkatan daya saing industri di berbagai daerah, termasuk Madura.

“Kawasan Ekonomi Khusus adalah kebijakan strategis pemerintah untuk mempercepat pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi nasional, mendukung industrialisasi, serta memperbesar penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, keberadaan KEK tidak hanya diharapkan membawa investasi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan ekologi.

Karena itu, tema Green Economy diangkat sebagai refleksi penting terhadap dinamika pembangunan yang ramah lingkungan dan berorientasi jangka panjang.

Wahyudi juga menekankan bahwa KEK memiliki fasilitas dan kemudahan ultimate, baik dalam bentuk fasilitas fiskal seperti insentif pajak, maupun non-fiskal seperti penyederhanaan perizinan dan kemudahan akses infrastruktur.

Dengan kebijakan tersebut, ia berharap investasi yang masuk ke Madura dapat tumbuh sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab ekologis.

“Pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Kita tidak bisa mengorbankan lingkungan hanya demi pertumbuhan jangka pendek. Karena itu, seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah, akademisi, pengusaha, dan masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan laporan panitia, sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan dipastikan akan hadir dalam kegiatan bergengsi ini.

Baca Juga :  Komitmen Tokoh Penggerak Ekonomi, Achmad Fauzi Sempatkan Diri sapa UMKM di Pujasera Pasar Bangkal

Mereka terdiri atas aktivis, mahasiswa, pengusaha lokal, akademisi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu pembangunan berkelanjutan di Madura.

Ketua panitia pelaksana, Helman menyebutkan, antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat publik terhadap pembahasan mengenai arah kebijakan pembangunan KEK Madura yang berwawasan lingkungan.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang diskusi terbuka untuk menggali potensi, peluang, sekaligus tantangan yang dihadapi Madura sebagai kawasan strategis ekonomi nasional.

Selain menjadi forum akademik, acara ini juga akan menjadi ajang kolaborasi lintas sektor antara media, akademisi, dan pelaku usaha dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya Green Economy di era transisi energi dan digitalisasi ekonomi.

Baca Juga :  Mahasiswa STITA Ukir Sejarah: Perpaduan Islam dan Kecerdasan Buatan di Panggung Global

Dengan dukungan dari berbagai pihak, SMSI Sumenep berharap kegiatan ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah dan pusat, terutama terkait arah kebijakan pembangunan KEK Madura yang inklusif dan berkelanjutan.

Wahyudi sapaan akrabnya menegaskan, media memiliki tanggung jawab moral dalam mengedukasi publik serta mengawal setiap kebijakan pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan lingkungan.

“SMSI tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Kami ingin berkontribusi nyata dalam pembangunan Madura,” pungkasnya.

Acara ini juga akan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan diskusi terbuka, sehingga setiap peserta dapat menyampaikan pandangan, masukan, maupun gagasan terkait implementasi Green Economy di wilayah Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN
Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat
Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025
Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa
Edukasi Lalu Lintas Masuk Kampus, Satlantas Sumenep Perkuat Kesadaran Mahasiswa Uniba
Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin
Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:53 WIB

ProASN Dikebut, Pemkab Sumenep Mantapkan Manajemen Talenta ASN

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:55 WIB

Sigap dan Humanis, Polwan Sumenep Atur Lalin Saat Ibadah Jumat

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:30 WIB

Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:55 WIB

Akun WhatsApp ‘CV Sumber Jaya Barokah’ Lenyap, Alumni Ponpes Aqidah Usymuni Desak Polda Jatim Usut Pemilik Jasa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:54 WIB

Abaikan Pemanggilan, Travel Umrah di Malang Diduga Pasang Reklame Tanpa Izin

Kamis, 11 Desember 2025 - 16:55 WIB

Mahameru Lantas: Satlantas Sumenep Lakukan Rumchek Ketat di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Berita Terbaru