SUMENEP, nusainsider.com — Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep resmi mulai melayani pasien peserta BPJS Kesehatan sejak 14 Januari 2026. Langkah ini menjadi upaya strategis RS BHC dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.
Pjs Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, mengatakan bahwa seiring dimulainya layanan BPJS Kesehatan, pihak manajemen juga menghadirkan fasilitas Pojok Mobile JKN guna meningkatkan mutu dan kemudahan pelayanan bagi pasien.
“Pojok Mobile JKN kami siapkan untuk membantu peserta BPJS Kesehatan dalam mengurus berbagai keperluan administrasi secara lebih cepat, praktis, dan efisien,” ujar dr. Tedjo, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, keberadaan Pojok Mobile JKN memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh masyarakat.
Fasilitas ini dirancang untuk meminimalisasi kendala administratif yang kerap dialami peserta BPJS Kesehatan, khususnya saat proses pendaftaran.
“Dengan Pojok Mobile JKN, masyarakat dapat lebih mudah mengurus administrasi maupun melakukan pendaftaran secara online,” jelasnya.
RS BHC juga telah menyiapkan petugas khusus di Pojok Mobile JKN yang siap mendampingi peserta BPJS Kesehatan.
Layanan yang diberikan meliputi pendaftaran pasien, verifikasi data kepesertaan, hingga pemberian informasi terkait alur pelayanan kesehatan selama menjalani pengobatan di rumah sakit.
dr. Tedjo menegaskan, seluruh sistem pelayanan BPJS Kesehatan di RS BHC Sumenep telah disesuaikan dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Penyesuaian tersebut mencakup proses administrasi, pemeriksaan medis, hingga tindak lanjut pelayanan sesuai kebutuhan pasien.
“Kami memastikan seluruh alur pelayanan BPJS Kesehatan berjalan sesuai regulasi, sehingga pasien dapat memperoleh layanan kesehatan dengan nyaman tanpa kendala administrasi,” tegasnya.
Dengan beroperasinya layanan BPJS Kesehatan serta hadirnya Pojok Mobile JKN, RS BHC Sumenep berharap masyarakat semakin terbantu dalam mengakses layanan kesehatan.
Manajemen rumah sakit juga optimistis langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih inklusif di wilayah Sumenep.
![]()
Penulis : Wafa
















