Masyarakat Pesisir Wajib Tahu, Begini Himbauan BMKG Sumenep

Senin, 3 Februari 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, cukup membahayakan aktivitas pelayaran.

Kepala BMKG Sumenep, Ari Widjajanto dalam keterangan rilisnya kepada media ini menjelaskan bahwa tingginya gelombang laut Sumenep tersebut imbas dari pusat tekanan rendah di selatan Jawa di kawasan Samudera Pasifik.

Tekanan itu semakin diperparah dengan angin barat yang membawanya ke arah utara Jawa, termasuk Madura, khususnya Sumenep.

Baca Juga :  Nasib Malang Menimpa Ucup, Dua Laporan Dilayangkan ke Polres Sumenep dan Polda Jatim

“Ini yang menyebabkan gelombang laut tinggi,” ungkapnya melalui keterangan rilis yang diterima media ini, Senin (3/2/2025).

Beruntungnya, kata Ari, perairan Madura, secara umum tidak terlalu parah. Sebab, terhalang Pulau Jawa. Namun, pengaruhnya tetap signifikan.

Terlebih, katanya, ombak bisa mencapai 2 meter lebih di perairan Madura, khususnya Sumenep.

“Akhirnya beberapa wilayah di Indonesia terkena dampaknya” sambungnya.

Menurutnya, cuaca buruk diprediksi bakal tetap berlanjut sepekan kedepan.

“Kita perkirakan itu sampai tanggal 5, bahkan ada yang hingga tanggal 6-7 Februari. Tapi perkiraan ini akan terus berlanjut. Sebab, pusat tekanan rendah itu baru terbentuk, sehingga tarikan itu menyebabkan gelombang tinggi,” Tambahnya.

Baca Juga :  Kepedulian Kapolres Sumenep Kepada WNA Australia Yang Terdampar di Pulau Giliyang

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau warga pesisir untuk waspada saat berlayar, baik nelayan maupun aktivitas pelayaran publik.

“Diharapkan informasi ini menjadi rujukan oleh semua pihak, terutama nelayan dan aktivitas pelayaran. Karena keselamatan itu harus diutamakan. Jadi, sementara cari aman dulu,” Tutupnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif
Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura
Polres Sumenep Sebut M Jalani Asesmen Akibat Narkoba, Namun Dikabarkan Bebas dan Pulang
Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis
Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot
Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI
Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar
Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:21 WIB

Talk Show Pendidikan STITA Aqidah Usymuni Kupas Kurikulum Terbaru, Mahasiswa Diajak Kritis dan Adaptif

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:55 WIB

Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polres Sumenep Sebut M Jalani Asesmen Akibat Narkoba, Namun Dikabarkan Bebas dan Pulang

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:48 WIB

Pertengahan 2026 Belum Beroperasi, KNMP Dapenda Senilai Rp10 Miliar Jadi Sorotan Aktivis

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:47 WIB

Belum Ada Tersangka, Dugaan Korupsi Logistik KPU Sumenep Kian Disorot

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:48 WIB

Perangi Hoaks dan Kesalahpahaman, RSUD Sumenep Optimalkan Layanan Pengaduan Publik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:20 WIB

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan

Berita Terbaru