Perolehan Suara Pemilu 2024 diduga ada Intimidasi dari KPU Sumenep, Ini Faktanya

Selasa, 5 Maret 2024 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemilihan Umum 2024 yang saat ini sudah berada di tahapan Proses rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2024 tingkat Kabupaten Sumenep diduga penuh intimidasi dari oknum komisioner KPU ke PPK dan Oknum PPK ke PPS.

Pasalnya, banyak ditemukan ketidaksamaan perolehan suara calon, khususnya calon legislatif (Caleg) dari tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga di KPU tingkat Kabupaten Sumenep.

Berdasarkan sumber, dikutip mediajatim.com ketidaksesuaian data perolehan suara itu karena ada intimidasi dari oknum komisioner KPU Sumenep kepada PPK serta dari PPK ke PPS.

Baca Juga :  Perolehan Suara Caleg di Tiga Partai Menghilang, Dugaan Isu KPU ini Potensi Terbongkar

KPU diduga meminta dengan paksa PPK untuk menggeser suara salahsatu Caleg ke Caleg lain terutama untuk DPRD Jawa Timur dan DPR RI, Sementara PPK juga intruksi ke tingkat di Bawahnya (red. PPS) untuk merubah perolehan suara dan atau menambah tingkat kehadiran di CHasil.

Geser-menggeser suara itu tidak hanya terjadi antarpartai melainkan juga di internal partai.

Bentuk dugaan intimidasi itu salah satunya disampaikan melalui pesan WhatsApp.

“Ini WA-nya kak, jadi saya nggak bisa apa-apa,” kata salah satu PPK yang enggan disebutkan namanya, Minggu (3/3/2024) malam.

Baca Juga :  Kisruh! Dugaan Kecurangan Pemilu Mulai Terungkap di Kabupaten Sumenep, Ini Faktanya

Dugaan lain menyampaikan bahwa ketika Intruksi KPU tidak dijalankan, maka posisi PPK dan PPS terancam dan akan dilakukan Evaluasi.

Sementara itu, Hingga berita ini dinaikkan Ketua KPU Sumenep Rahbini tidak bisa dimintai keterangan, Selasa (5/3/2024). Telepon sekaligus Chat Whatsapp wartawan belum ada tanggapan.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir
Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:28 WIB

SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:55 WIB

Usai Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Dugaan Praktik Jual Beli Titik MBG Mulai Terkuak Libatkan DPR RI Asal Madura

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB