SUMENEP, nusainsider.com — Luas lahan pertanian di Kabupaten Sumenep mencapai 131.308 hektare dengan dukungan ribuan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah.
Berdasarkan data terbaru awal tahun 2025, tercatat sebanyak 4.260 kelompok tani (Poktan), yang terdiri dari 3.371 kelompok tani laki-laki dan 889 Kelompok Wanita Tani (KWT) di 332 desa dan kelurahan.
Meski jumlahnya cukup besar, tidak semua kelompok tani tersebut memiliki aksesibilitas yang memadai, terutama infrastruktur jalan usaha tani (JUT). Keterbatasan akses ini dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian serta kelancaran distribusi hasil panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa program pembangunan JUT merupakan agenda tahunan yang melekat di instansinya.
Pendanaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.
Namun, pada tahun ini pelaksanaan program JUT lebih banyak berasal dari aspirasi anggota DPRD Sumenep. Lokasi pembangunan ditentukan oleh masing-masing wakil rakyat di daerah pemilihannya.
“Kalau JUT tetap ada, tapi jumlahnya terbatas. Untuk angka pastinya saya tidak hafal karena itu merupakan pokok pikiran (pokir) dewan,” ujar pria yang akrab disapa Inong tersebut.
Ia mengakui, pihaknya tidak memiliki kendali penuh dalam menentukan sasaran program JUT tahun ini karena mekanismenya berbasis usulan legislatif.
Lebih lanjut, Inong menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah mengalihkan fokus pada program penyediaan air untuk lahan pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengeboran sumber air di wilayah yang mengalami kesulitan akses air.
“Program JUT sebenarnya sudah dimaksimalkan pada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang pemerintah lebih fokus pada penyediaan air untuk mendukung pertanian,” tegasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan utama sektor pertanian di Sumenep, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya air.
![]()
Penulis : Wafa
















