Rokok Ilegal Bikin Geger: PKB Dikritik, Tagar #BoikotPKB Jadi Trending di TikTok

Jumat, 22 Agustus 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto. Platform Tiktok Tempuh Madura

Sumber Foto. Platform Tiktok Tempuh Madura

SUMENEP, nusainsider.com Tagar Boikot PKB mendadak viral di sejumlah akun media sosial, khususnya TikTok melalui akun Tempuh Madura. Fenomena ini muncul setelah pernyataan Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB asal Dapil Madura, Nur Faizin, yang menegaskan komitmennya memberantas rokok ilegal di Madura.

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat maupun warganet. Banyak pengguna menilai langkah itu justru berpotensi mematikan usaha kecil, termasuk petani tembakau dan buruh linting yang bergantung pada industri rokok rumahan.

Di media sosial, seruan Boikot PKB ramai digaungkan. Kritik diarahkan pada partai ini yang dianggap lebih memihak kepentingan besar serta mengabaikan tradisi Madura yang erat kaitannya dengan tembakau. Sejumlah akun lokal bahkan kompak menggunakan tagar #BoikotPKB sebagai bentuk kekecewaan.

Baca Juga :  Moderasi Beragama Strategi Dukung Pembangunan Kerukunan Umat Beragama

Meski begitu, ada pula pihak yang mendukung sikap Nur Faizin. Mereka beralasan, peredaran rokok ilegal jelas merugikan negara karena tidak menyumbang cukai, serta rawan disalahgunakan untuk praktik perdagangan gelap.

Kontroversi ini diperkirakan terus berlanjut, mengingat Madura merupakan basis kuat PKB sekaligus daerah dengan sejarah panjang dalam pertanian tembakau dan industri rokok kretek.

Dalam keterangan resmi kepada nusainsider.com, Nur Faizin menyampaikan hasil kajian berjudul Rokok Ilegal dan Tantangan Tata Kelola Fiskal di Indonesia: Studi Kasus Peredaran dari Batam ke Madura. Ia menegaskan, peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai merupakan tantangan serius bagi fiskal negara.

Menurutnya, kasus merek San Marino dan Manchester yang beredar dari Batam ke Madura menunjukkan lemahnya pengawasan distribusi dan potensi kolusi aparat. Kondisi ini berdampak pada kerugian negara sekaligus menciptakan distorsi pasar.

“Tarif cukai tinggi tanpa pengawasan efektif dapat memicu tax elasticity problem, memperbesar shadow economy, dan melemahkan industri tembakau legal,” kata Nur Faizin, Kamis 21 Agustus 2025.

Ia menambahkan, diperlukan reformasi kebijakan cukai yang terintegrasi dengan penguatan penegakan hukum untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Baca Juga :  Wujudkan Polri Presisi, Kapolres Sumenep Lakukan Tes Urine Mendadak Personel Reskrim

Cak Faizin sapaan akrabnya juga menyinggung teori ekonomi publik, Laffer Curve, hingga prinsip good governance yang relevan untuk memahami persoalan ini.

Rokok ilegal, lanjutnya, tidak hanya menggerus penerimaan negara, tetapi juga menciptakan persaingan tidak sehat. Produk tanpa cukai dijual lebih murah dibanding rokok legal, sehingga merusak struktur pasar.

Faktor pemicu maraknya rokok ilegal antara lain tarif cukai yang terlalu tinggi, lemahnya pengawasan jalur distribusi Batam–Madura, serta potensi kolusi aparat. Situasi ini semakin memperluas shadow economy dan melemahkan kredibilitas pemerintah dalam menegakkan regulasi.

Baca Juga :  Aktivis ALARM akan Laporkan Para Pemain Mega Proyek PATM Sumenep

Sebagai solusi, Faizin mendorong penyesuaian tarif cukai dengan mempertimbangkan elastisitas harga, audit independen jalur distribusi, serta kolaborasi lintas lembaga mulai DPR, Bea Cukai, KPK, hingga BPK guna memperkuat integritas pengawasan.

“Peredaran rokok ilegal dari Batam ke Madura bukan semata persoalan fiskal, tetapi juga masalah tata kelola dan integritas aparat. Penanganannya harus melalui reformasi kebijakan fiskal, penguatan hukum, serta peningkatan kesadaran publik,” pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikkan pihak pewarta masih melakukan Konfirmasi secara Eksklusif bersama Nur Faizin melalui akun whatsapp-nya. Meskipun cak faizin masih sibuk Agenda di Jombang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
Fauzi As ; Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Fauzi As ; Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Berita Terbaru