Senator Lia Istifhama Dorong UMKM HKTI Sidoarjo Perkuat Kolaborasi dan Ciptakan Nilai Sosial dalam Ekonomi

Rabu, 5 November 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Penggerak UMKM HKTI Jatim saat Bersama DPD RI Dr Lia Istifhama Beberapa Bulan Lalu

Foto. Penggerak UMKM HKTI Jatim saat Bersama DPD RI Dr Lia Istifhama Beberapa Bulan Lalu

SIDOARJO, nusainsider.com — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam membangun ekonomi berbasis kolaborasi dan nilai sosial.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia dalam acara Grand Opening Resto UMKM HKTI Sidoarjo yang digelar di Hotel Delta Sinar Mayang, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat jejaring dan meneguhkan komitmen kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Dalam sambutannya, Ning Lia yang dikenal sebagai Senator perempuan dengan basis grassroot kuat ini menegaskan bahwa kebersamaan dan rasa saling percaya adalah fondasi utama keberhasilan UMKM.

Ia menilai, pembangunan ekonomi kerakyatan tidak dapat berjalan jika pelaku usaha bergerak sendiri-sendiri tanpa kolaborasi.

“Kebersamaan itulah yang melahirkan ekonomi yang kuat. Tidak ada istilah berdiri sendiri dalam dunia usaha. Kolaborasi dan kepercayaan satu sama lain menjadi kunci utama agar usaha bisa berkelanjutan,” tegasnya.

Ning Lia menambahkan, UMKM harus membangun ekosistem yang sehat dan berdaya tahan, bukan hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata.

Menurutnya, keberhasilan ekonomi harus diiringi dengan tumbuhnya nilai-nilai sosial yang mempererat hubungan antar pelaku usaha dan masyarakat.

Baca Juga :  Koperasi Desa di Sumenep: Antara Pemberdayaan dan Proyek Elitis Kepala Desa

Ia kemudian memperkenalkan konsep “imediasi”, yaitu bentuk komunikasi sosial yang menumbuhkan penerimaan dan dukungan masyarakat terhadap manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh komunitas maupun pemerintah.

Konsep ini, kata Lia, menjadi jembatan antara dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan rasa saling memiliki.

“Benefit yang paling berharga bukan hanya materi, tetapi juga manfaat sosial bagaimana masyarakat merasa dekat dan memiliki usaha kita, hingga akhirnya mendukung dan membeli kembali produk-produk lokal,” jelas Lia.

Menurutnya, hubungan sosial yang kuat antara pelaku UMKM dan masyarakat dapat menumbuhkan loyalitas konsumen sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis. Dengan demikian, ekonomi kerakyatan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar tumbuh dari interaksi sosial yang saling menguatkan.

Lebih lanjut, Lia mendorong pelaku UMKM untuk menemukan keunikan dan identitas khas dari setiap produk yang mereka hasilkan. Ia menilai, daya saing produk lokal terletak pada ciri khasnya, bukan sekadar mengikuti tren pasar yang seragam.

“Setiap pelaku usaha harus menemukan keunikan produknya. Itulah yang akan menjadi kekuatan menghadapi kompetisi di pasar yang semakin luas,” ujar Lia.

Ia mencontohkan, produk-produk dengan nilai budaya lokal, cita rasa khas, atau kemasan yang menggambarkan identitas daerah sering kali memiliki daya tarik yang lebih tinggi di mata konsumen. Karena itu, inovasi dan kreativitas harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai lokal.

Baca Juga :  Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026

Selain itu, Lia juga mengingatkan pentingnya memahami kebutuhan pasar dan menciptakan hubungan harmonis dengan pelanggan.

Ia menilai, komunikasi yang terbuka dan responsif terhadap masukan konsumen akan membantu UMKM tumbuh lebih adaptif dan kompetitif.

“Saya berharap para pelaku UMKM terus menjaga semangat, memahami kebutuhan pasar, dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Karena keberlanjutan usaha sangat bergantung pada kepercayaan dan kepuasan konsumen,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Lia juga menyampaikan dukungannya agar Resto UMKM HKTI Sidoarjo tidak sekadar menjadi tempat kuliner, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berlandaskan nilai sosial, kebersamaan, dan pemberdayaan komunitas.

“Saya berharap resto ini menjadi simbol ekonomi yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antar pelaku UMKM dan masyarakat,” ujarnya menutup sambutan.

Acara Grand Opening Resto UMKM HKTI Sidoarjo turut dihadiri oleh Endang Prasetiyowati, Ketua UMKM HKTI Sidoarjo, beserta sejumlah pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan anak-anak yatim penerima santunan. Suasana penuh kehangatan dan semangat kolaboratif terlihat selama kegiatan berlangsung.

Endang dalam sambutannya mengungkapkan, kehadiran Resto UMKM HKTI Sidoarjo merupakan hasil kerja sama dan kontribusi banyak pihak yang memiliki visi sama untuk mengangkat produk-produk lokal agar lebih dikenal dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Puskolegis Uinsa Sebut Revisi Tatib DPR Bisa Menghancurkan Demokrasi

Ia menyebut, keberadaan resto ini akan menjadi wadah promosi, pengembangan usaha, sekaligus ruang belajar bersama bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo.

“Kami ingin resto ini menjadi ruang tumbuh, tempat belajar, dan pusat inovasi bagi pelaku UMKM,” kata Endang.

Selain acara peresmian, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim, sebagai wujud kepedulian sosial dari komunitas UMKM terhadap masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Acara berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan yang kental. Para tamu undangan terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan, pemotongan pita, hingga menikmati sajian kuliner khas yang diproduksi langsung oleh pelaku UMKM binaan HKTI Sidoarjo.

Grand Opening Resto UMKM HKTI Sidoarjo diharapkan menjadi tonggak baru penguatan ekonomi kerakyatan di wilayah Sidoarjo. Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan masyarakat, sektor UMKM diyakini mampu terus tumbuh dan menjadi pilar penting bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru