Senator Lia Menangis, Kisah Santri Haikal Selamat dari Reruntuhan Akibat Prinsip tak Terduga ini

Kamis, 2 Oktober 2025 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Momen Senator DPD/MPR RI Lia Istifhama saat menjenguk Santri Korban Reruntuhan di Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo Jatim

Foto. Momen Senator DPD/MPR RI Lia Istifhama saat menjenguk Santri Korban Reruntuhan di Ponpes Al-Khoziny Buduran Sidoarjo Jatim

JATIM, nusainsider.com Tangis haru pecah ketika Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menjenguk Syailendra Haikal (13), santri korban selamat dalam tragedi robohnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Bagi Lia, kisah Haikal bukan sekadar perjuangan bertahan hidup, tetapi juga cermin keteguhan iman dan kecerdasan luar biasa seorang anak.

“Haikal bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga sangat beriman dan cerdas. Dalam kondisi mencekam, ia tetap ingat salat dan bahkan menerapkan ilmu sekolahnya. Ini pelajaran mahal untuk kita semua,” ujar Ning Lia dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di RSUD Sidoarjo, Kamis (2/10).

Meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih, Haikal tetap mengingat kewajiban beribadah dan merasa takut tertinggal pelajaran sekolah.

Dalam ceritanya, meski tubuh terjepit beton dan hampir tak bisa bergerak, ia tetap berusaha melaksanakan salat. Saat waktu Isya tiba, Haikal bahkan membangunkan temannya yang tertimpa reruntuhan.

“Ayo salat, ayo salat,” ucap Haikal kala itu. Ia mendengar suara seseorang mengimami, meski tak bisa mengenali siapa. Namun, ketika Subuh menjelang, sahutannya tak lagi berbalas. Saat itulah ia menyadari sahabatnya telah tiada.

Ibunda Haikal, Dwi Ajeng, tak kuasa menahan tangis. “Bayangkan, di tengah kegelapan dan puing yang menindih, anak saya masih ingat salat. Itu membuat saya terus bersyukur sekaligus menangis,” ucapnya lirih.

Baca Juga :  Salut! Gubernur Khofifah Puji Warung Madura yang Buka 50 Jam Nonstop

Kisah Haikal semakin menyentuh publik. Selama berjam-jam terjebak, ia merasa haus, tetapi menolak meminum dua botol air di dekatnya.

“Dia bilang itu bukan haknya. Haikal takut meminumnya karena bukan miliknya. Anak sekecil itu bisa berpikir sejernih itu, Masya Allah,” tutur Ning Lia.

Yang tak kalah mengejutkan, Haikal sengaja tidak banyak bergerak agar tubuhnya tidak cepat lelah. Ia teringat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah: semakin banyak bergerak, energi tubuh semakin cepat habis.

“Ia benar-benar mengimplementasikan pelajaran sekolah dan pondoknya untuk bertahan hidup. Luar biasa,” ujar Ning Lia kagum.

Menurut laporan Basarnas, Haikal berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10) pukul 15.22 WIB sebagai korban ke-13. Sebelumnya, tim menemukan seorang korban dalam posisi sujud, hanya beberapa meter dari lokasi Haikal tertimbun.

Baca Juga :  Kang Giri dan Ning Lia Ungkap Rahasia Dicintai Masyarakat: “Bekerja dengan Hati, Bukan Citra”

Lia menegaskan, keteguhan iman dan kecerdasan Haikal menjadi teladan berharga.

“Anak seusianya mungkin panik, menangis, atau putus asa. Tetapi Haikal justru mengingat salat, menahan diri demi menjaga hak orang lain, dan mengamalkan ilmu sekolahnya. Ia adalah cahaya harapan generasi muda Indonesia,” tegas putri KH Maskur Hasyim tersebut.

Meski masih lemah, Haikal tetap berusaha beribadah. Kedua orang tuanya mengajarkan cara salat dengan gerakan mata ketika tubuh tak bisa bergerak. Setelah pulih, Haikal berencana melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Probolinggo, dekat rumah keluarganya.

“Haikal masih ingin terus belajar. Semoga cepat sembuh dan semangatnya menginspirasi anak-anak Indonesia untuk pantang menyerah,” ujar Ning Lia.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebut penyelamatan Haikal sebagai momen paling dramatis dalam operasi evakuasi musala Al-Khoziny.

Baca Juga :  Ning Lia Ajak Doa Nasional untuk Sumatra: “Duka Mereka Duka Kita”

Kisah perjuangan Haikal kini viral di media sosial. Ribuan warganet menuliskan doa dan rasa haru, menyebutnya sebagai santri berakhlak mulia yang menjadi teladan bagi generasi muda.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum
Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Polres Sumenep Evaluasi Kinerja Jajaran Polsek
Petani Cabai Batuputih Dapat Dukungan Polri, Produktivitas Pertanian Terus Didorong
Kementan Perkuat Peran Perempuan Tani, Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber Pangan Bergizi
Wow! Kabag Hubla Kemenhub RI Tanggapi Polemik Proyek PELRA Kalianget Rp45 Miliar, Kepala KSOP Masih Bungkam
Keraton Sumenep Jadi Panggung Kebangkitan Budaya, GEN Ajak Pemuda Rawat Identitas Daerah
IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura
Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:57 WIB

Nama Anggota DPR Ramai Disebut, LSM Bidik Minta Kejagung Beri Kepastian Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:55 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Polres Sumenep Evaluasi Kinerja Jajaran Polsek

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:52 WIB

Petani Cabai Batuputih Dapat Dukungan Polri, Produktivitas Pertanian Terus Didorong

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:26 WIB

Kementan Perkuat Peran Perempuan Tani, Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber Pangan Bergizi

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:49 WIB

Wow! Kabag Hubla Kemenhub RI Tanggapi Polemik Proyek PELRA Kalianget Rp45 Miliar, Kepala KSOP Masih Bungkam

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:26 WIB

IWO Sumenep Gelar Lomba Pidato Bung Karno, Pemkab Dorong Pelestarian Nilai Perjuangan dan Bahasa Madura

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Pengawasan BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Segala Bentuk Pungli

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:45 WIB

Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Berita Terbaru