Ning Lia Ajak Doa Nasional untuk Sumatra: “Duka Mereka Duka Kita”

Jumat, 28 November 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.S.Sos.i., M.E.I Sampaikan Kepedulian Suka Sumatra.

Foto. Anggota DPD/MPR RI Dr Lia Istifhama, S.Sos.S.Sos.i., M.E.I Sampaikan Kepedulian Suka Sumatra.

SUMENEP, nusainsider.com Duka mendalam menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah hujan ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar memicu banjir besar dan longsor.

Ribuan warga terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang berubah menjadi puing, sementara akses jalan banyak yang tertutup lumpur. Suasana malam di tenda-tenda pengungsian dipenuhi kecemasan, terutama bagi keluarga dengan anak kecil.

Di tengah kabar pilu tersebut, Anggota DPD RI Lia Istifhama mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengirimkan doa bersama untuk warga Sumatra yang terdampak. Seruan itu menjadi penyejuk bagi mereka yang kini berada dalam situasi tidak pasti.

“Semoga Allah memberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan kepada seluruh saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Ning Lia dengan penuh empati.

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan bahwa musibah ini bukan hanya duka bagi satu daerah, tetapi duka bagi seluruh bangsa. Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik ribuan rumah rusak, jalan terputus, dan kebutuhan dasar sulit dijangkau namun juga meninggalkan trauma bagi para penyintas.

Baca Juga :  Bawang Merah Varietas Rubaru, Kualitas Lokal dan Mendunia. Ternyata Ini Alasannya

Meski begitu, semangat gotong royong terus terlihat. Relawan berdatangan, warga saling berbagi makanan, dan doa mengalir dari berbagai penjuru Indonesia.

“Ketika satu wilayah tertimpa bencana, seluruh Indonesia merasakan. Ini bukti bahwa kita bangsa yang kuat dan tidak pernah meninggalkan saudaranya,” ungkap Ning Lia, putri KH Maskur Hasyim itu.

Menurutnya, bencana ini harus menjadi pengingat penting tentang hubungan manusia dengan alam. Ia menilai bahwa mitigasi bencana dan kebijakan lingkungan harus diperkuat agar tragedi serupa tidak kembali memakan banyak korban.

“Setiap musibah mengajarkan kita pentingnya menjaga bumi dan membangun mitigasi bencana yang lebih kuat. Indonesia harus melangkah dengan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan,” jelas Ning Lia, penerima DetikJatim Award 2025 tersebut.

Ia menekankan bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, melainkan juga keadilan bagi generasi mendatang. Perlahan, subsidi energi fosil harus dialihkan menuju energi bersih seperti surya, angin, dan air.

Baca Juga :  Bullying dan Game Online Mengancam Anak, Senator Lia Istifhama: Mental Tangguh Harus Dibentuk Sejak Dini

Masyarakat pun perlu diberi ruang lebih besar untuk memanfaatkan energi terbarukan secara mandiri.

Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menambahkan bahwa doa bagi Sumatra harus menjadi pengingat bahwa dalam setiap bencana selalu ada tangan-tangan yang saling menguatkan.

“Mari kita doakan, bantu, dan kuatkan saudara-saudara kita. Duka mereka adalah duka kita. Kebangkitan mereka adalah kebangkitan Indonesia,” tutupnya.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan bahwa Siklon Tropis Senyar, yang terbentuk dari Bibit Siklon 95B pada 26 November 2025, menjadi pemicu utama cuaca ekstrem di wilayah Sumatra. Peneliti BRIN Erma Yulihastin bahkan menyebut fenomena ini sebagai kejadian yang “hampir tak pernah terjadi” di sekitar khatulistiwa.

Namun, faktor kerusakan lingkungan dan industri ekstraktif turut memperburuk dampaknya, menurut catatan Walhi.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, Riau, dan Sumbar kini berstatus waspada cuaca ekstrem. Belasan kelurahan di Sibolga, mulai dari Angin Nauli hingga Pasar Belakang, tercatat sebagai zona rawan longsor.

Baca Juga :  Gen Z Jadi ‘Engine of Change’, Ning Lia Apresiasi Inovasi Lingkungan Siswa SMP Khadijah Surabaya

Survei UNDP menunjukkan meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap krisis iklim, dengan 60 persen responden merasa dampaknya makin nyata, sementara 86 persen berharap pemerintah memperkuat langkah penanganan.

BNPB juga mencatat peningkatan signifikan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dalam beberapa tahun terakhir.

Suhu ekstrem, perubahan cuaca tak menentu, gagal panen, dan krisis air menjadi bukti bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman, melainkan realitas keseharian. Meski pemerintah telah menyusun strategi adaptasi seperti sistem peringatan dini, Sekolah Lapang Iklim, hingga rencana transisi energi, sejumlah kebijakan masih dinilai kontraproduktif.

RUPTL 2025–2034 masih mencantumkan penambahan PLTU batu bara 6,3 GW dan gas 10,3 GW kebijakan yang menurut banyak pihak dapat memperlambat peralihan menuju energi bersih. Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 telah menargetkan energi surya mencapai 32 persen pada 2060, meski beberapa pasal tetap mempertahankan subsidi energi fosil yang dapat menghambat progres energi terbarukan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan
Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria
Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram
Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:31 WIB

“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan

Senin, 20 April 2026 - 12:57 WIB

Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Senin, 20 April 2026 - 04:49 WIB

Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Berita Terbaru