Terobosan Baru! Padi dan Siwalan Ditumpangsarikan di Sumenep, Petani Raup Manfaat Ganda

Kamis, 27 November 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si saat melakukan Inovasi Tumpang sari Siwalan - Padi di Lahan Petani kecamatan Batang-batang.

Foto. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si saat melakukan Inovasi Tumpang sari Siwalan - Padi di Lahan Petani kecamatan Batang-batang.

SUMENEP, nusainsider.comDinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kembali mendorong inovasi pemanfaatan lahan melalui program tumpang sari.

Kali ini, terobosan tersebut diterapkan di Desa Nyabakan Barat, Kecamatan Batang-Batang, sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bappeda Sumenep

Program tumpang sari tersebut memadukan budidaya padi dengan tanaman siwalan. Pola kombinasi ini dinilai mampu mengoptimalkan lahan, terutama lahan marginal, yang selama ini kurang produktif.

Kegiatan lapangan dipimpin langsung Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, dengan melibatkan Polsek Batang-Batang, Koramil, serta kelompok tani setempat.

Menurut Chainur Rasyid, langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian terkait percepatan peningkatan luas tambah tanam.

Pemerintah pusat mendorong seluruh daerah untuk memaksimalkan lahan sawah dalam Luas Baku Sawah (LBS) maupun lahan di luar LBS agar dapat ditanami komoditas pangan secara optimal.

“Sumenep memiliki lebih dari 100 ribu hektare lahan marginal. Ini potensi besar yang bisa diolah menjadi lahan produktif selama didukung ketersediaan air. Karena itu, inovasi tumpang sari ini menjadi salah satu jawaban untuk memaksimalkan ruang tanam,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan bahwa inovasi tumpang sari bukan hanya bertujuan memperluas lahan tanam padi, tetapi juga melahirkan kreativitas baru bagi petani dan penyuluh pertanian di Sumenep.

Baca Juga :  MH Said Abdullah Bersama Ra Achmad Fauzi Hadiri Rakerwil PAN Jatim, Ada Apa?

Dengan kombinasi tanaman yang tepat, produktivitas lahan dapat meningkat tanpa mengurangi pendapatan utama petani.

“Instruksi Bapak Menteri untuk menambah luas tanam langsung kami tindak lanjuti dengan mendorong gerakan tanam di berbagai jenis lahan yang memungkinkan budidaya padi. Termasuk lahan marginal, selama air cukup, harus dioptimalkan,” tegasnya.

Chainur menjelaskan bahwa pola padi–siwalan merupakan terobosan baru yang membuka peluang pendapatan ganda bagi petani. Selain memperoleh hasil dari komoditas perkebunan seperti siwalan, mente, atau kelapa, petani juga mendapatkan hasil panen padi dari lahan yang sama.

“Ini inovasi yang sebelumnya belum banyak dilakukan. Petani bisa memperoleh dua sumber pendapatan sekaligus. Jadi manfaatnya ganda, dan nilai ekonominya juga lebih tinggi,” tambahnya.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program tumpang sari ini juga sejalan dengan fokus pembangunan nasional tahun 2026. Pemerintah pusat menempatkan hilirisasi perkebunan sebagai salah satu prioritas, khususnya pada komoditas kelapa dan mente, yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi di berbagai wilayah.

“Tahun 2026 pemerintah menitikberatkan dua fokus utama, yaitu swasembada pangan berkelanjutan dan hilirisasi perkebunan. Melalui pola tumpang sari seperti ini, Sumenep bergerak pada dua arah sekaligus memperkuat produksi pangan dan mendukung hilirisasi komoditas unggulan daerah,” jelas Chainur.

DKPP Sumenep berharap inovasi ini dapat menjadi model pemanfaatan lahan di berbagai desa lain. Dengan semakin banyaknya lahan marginal yang dioptimalkan, pendapatan petani dapat meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kontribusi terhadap program nasional juga semakin signifikan.

Baca Juga :  BumDes Dungkek Disorot, Pembangunan Wisata Bukit Kalompek Tak Kunjung Selesai

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak
Legitimasi Munaslub Dipertanyakan, PW Gorontalo Berdiri Tegak Dukung Erick Thohir
Perkuat Jejaring, Ketua KI Jatim Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PWI dan SMSI
DPD RI: Tanpa Penguatan Numerasi, Indonesia Sulit Rebut Peluang Ekonomi Hijau
SKK Migas Unggul di ASRRAT 2025, Inisiatif CCS/CCUS Jadi Sorotan
Bakal Gelar Rakernas Dan Bimtek Di Bandung, Hanura Upgrade Kader Legislatif Daerah
Surabaya Rawan Kejahatan Usai PJU Padam, Ning Lia Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Ning Lia Ajak Doa Nasional untuk Sumatra: “Duka Mereka Duka Kita”
banner 325x300

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:52 WIB

Soroti Nasib Pedagang Buah, Lia Istifhama Tekankan Kebijakan yang Lebih Berpihak

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:56 WIB

Legitimasi Munaslub Dipertanyakan, PW Gorontalo Berdiri Tegak Dukung Erick Thohir

Kamis, 4 Desember 2025 - 22:24 WIB

Perkuat Jejaring, Ketua KI Jatim Jajaki Kolaborasi Strategis dengan PWI dan SMSI

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:13 WIB

DPD RI: Tanpa Penguatan Numerasi, Indonesia Sulit Rebut Peluang Ekonomi Hijau

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:17 WIB

SKK Migas Unggul di ASRRAT 2025, Inisiatif CCS/CCUS Jadi Sorotan

Selasa, 2 Desember 2025 - 15:35 WIB

Bakal Gelar Rakernas Dan Bimtek Di Bandung, Hanura Upgrade Kader Legislatif Daerah

Sabtu, 29 November 2025 - 16:17 WIB

Surabaya Rawan Kejahatan Usai PJU Padam, Ning Lia Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Jumat, 28 November 2025 - 11:04 WIB

Ning Lia Ajak Doa Nasional untuk Sumatra: “Duka Mereka Duka Kita”

Berita Terbaru