SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berinovasi menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui program Kami Datang Masyarakat Desa Tersenyum Bahagia atau Kangmas Setia, pelayanan kini menjangkau langsung wilayah kepulauan.
Program ini dirancang untuk menjawab berbagai kendala yang selama ini dirasakan warga di kepulauan. Mulai dari jarak tempuh yang jauh, biaya transportasi tinggi, hingga keterbatasan fasilitas.
Tidak jarang, faktor tersebut membuat masyarakat menunda pengurusan dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, maupun Akta Kelahiran.
Kali ini, Disdukcapil Sumenep menerapkan layanan jemput bola di Kecamatan Gayang dan Kecamatan Nonggunong. Kehadiran tim di dua wilayah kepulauan tersebut langsung disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat.
“Program ini dirancang bukan sekadar layanan biasa, tetapi sebuah terobosan yang menghadirkan pelayanan maksimal terhadap masyarakat Sumenep,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sumenep, Wahasah, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, tim Disdukcapil membawa perangkat perekaman biometrik, peralatan cetak dokumen, hingga fasilitas konsultasi. Dengan begitu, seluruh kebutuhan administrasi kependudukan bisa diselesaikan di tempat tanpa harus menyeberang ke daratan.
“Langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran kami. Kepulauan tidak boleh lagi menjadi alasan keterlambatan layanan. Kangmas Setia adalah komitmen kami untuk hadir sampai ke pintu rumah masyarakat,” tegas Wahasah.
Di lapangan, kehadiran tim Kangmas Setia langsung dimanfaatkan masyarakat. Banyak warga yang sebelumnya kesulitan mengurus dokumen kini dapat melakukannya dengan cepat. Bahkan, proses yang dulunya membutuhkan waktu berhari-hari, kini bisa selesai hanya dalam hitungan jam.
“Proses layanan yang dulunya memakan waktu berhari-hari, kini bisa selesai hanya dalam hitungan jam,” ungkap Wahasah.
Ia menambahkan, program Kangmas Setia bukan hanya sebatas layanan administrasi, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat di kepulauan mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik.
Dengan model layanan jemput bola ini, Disdukcapil Sumenep juga ingin memperkecil kesenjangan pelayanan publik antara daratan dan kepulauan.
Kehadirannya diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sekaligus menguatkan ikatan antara negara dan warga.
“Dengan model layanan seperti ini, Disdukcapil Sumenep mengirim pesan kuat, jarak laut tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat kepulauan untuk merasakan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















