Reses di Lumajang, Lia Istifhama Soroti Perlindungan Kualitas Gula Kelapa

Jumat, 26 Desember 2025 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Serap Aspirasi Ning Lia Bersama Warga Lumajang Jawa Timur.

Foto. Serap Aspirasi Ning Lia Bersama Warga Lumajang Jawa Timur.

LUMAJANG, nusainsider.com Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyerap aspirasi para perajin gula kelapa saat melaksanakan kegiatan reses di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Desa Kedang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Dalam pertemuan tersebut, politisi muda yang akrab disapa Ning Lia itu menekankan pentingnya perlindungan kualitas produk sekaligus penguatan ekonomi perajin.

Putri tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Maskur Hasyim, ini menyampaikan bahwa gula kelapa Lumajang memiliki potensi besar sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Namun, potensi tersebut perlu ditopang dengan konsistensi kualitas dan sistem tata niaga yang adil.

“Secara kualitas, gula kelapa Lumajang sebenarnya sangat baik dan memiliki karakter khas yang diminati pasar. Tantangannya adalah menjaga konsistensi mutu agar identitas produk ini tetap kuat,” ujar Ning Lia, Jumat (12/12).

Dalam dialog bersama perajin, ia menyoroti realitas di lapangan yang kerap memaksa pelaku usaha berada pada dilema antara menjaga kualitas dan memenuhi tuntutan kuantitas. Tekanan tersebut, menurutnya, tidak jarang berasal dari level pengelola atau koperasi.

“Tidak semua perajin berada dalam kondisi ideal. Mereka berupaya menjaga mutu, tetapi ada tekanan untuk mengejar kuantitas yang justru berpotensi menurunkan kualitas produk,” jelasnya.

Kondisi itu, lanjut Ning Lia, dapat memicu praktik pencampuran gula berkualitas tinggi dengan bahan lain yang menurunkan mutu, sehingga merugikan perajin yang telah bekerja secara jujur dan profesional.

“Perlu mekanisme tegas untuk melindungi perajin yang menjaga kualitas, baik melalui sanksi maupun sistem pembinaan yang lebih adil bagi pihak-pihak yang merusak mutu produk,” tegasnya.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini menambahkan bahwa perajin sejatinya telah bekerja dengan penuh integritas. Namun, jika ada pihak di atasnya yang tidak jujur, maka petani dan perajin bisa ikut dirugikan serta tercoreng reputasinya.

Baca Juga :  Bullying dan Game Online Mengancam Anak, Senator Lia Istifhama: Mental Tangguh Harus Dibentuk Sejak Dini

Ia berharap ke depan ekosistem usaha gula kelapa di Lumajang dapat dikelola secara sehat dan berkelanjutan, melibatkan perajin, koperasi, serta pengawasan pemerintah yang optimal.

“Dengan pembinaan dan regulasi yang tepat, saya optimistis gula kelapa Lumajang bisa menjadi komoditas unggulan nasional yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terbaru