SURABAYA, nusainsider.com — Program Mudik Gratis Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan kuota bagi sekitar 7.000 warga agar dapat pulang ke kampung halaman secara aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Program tersebut mendapat tanggapan positif dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Ning Lia sapaan akrabnya menilai program mudik gratis ini sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama kalangan pekerja dan keluarga berpenghasilan terbatas agar tetap bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Program mudik gratis ini bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah, Ning Lia juga secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, atas kesiapan teknis dan manajerial dalam menyukseskan program tersebut.
Menurutnya, koordinasi yang baik antara Dinas Perhubungan Jawa Timur, Organisasi Angkutan Darat (Organda), serta penyedia jasa angkutan laut menjadi kunci kelancaran pelaksanaan program mudik gratis setiap tahun.
“Saya juga mengapresiasi Kepala Dishub Jatim Bapak Nyono beserta jajaran yang telah mempersiapkan program ini dengan matang. Ini menunjukkan komitmen pelayanan publik yang serius, mulai dari aspek keselamatan, kenyamanan, hingga ketepatan jadwal,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim menargetkan 7.000 pemudik dengan tujuan ke 20 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Sebanyak 4.000 penumpang akan diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan armada bus dengan 17 jurusan.
Rute tersebut di antaranya Surabaya–Madiun, Magetan, Ponorogo, Nganjuk (via arteri), Tulungagung, Blitar (via Pare), Trenggalek, Bondowoso, Pacitan, Jember, Blitar (via Malang), Banyuwangi (via Jember dan Situbondo), Ngawi, Tuban, Sumenep, serta Bojonegoro. Keberangkatan bus dijadwalkan pada 19 Maret 2026.
Pendaftaran mudik gratis dibuka secara daring pada 2–4 Maret 2026 selama kuota masih tersedia. Sementara pendaftaran langsung akan dibuka pada 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Selain jalur darat, sebanyak 3.000 penumpang juga akan dilayani melalui jalur laut dengan estimasi 250 orang dalam 12 kali pemberangkatan. Dua rute kapal yang disiapkan adalah dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep.
Untuk rute Jangkar–Raas, keberangkatan dijadwalkan pada 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026. Sedangkan rute Jangkar–Sapudi akan diberangkatkan pada 11 dan 16 Maret 2026.
Pemprov Jatim juga menyediakan layanan angkut motor gratis sebanyak 200 unit guna menekan risiko kecelakaan yang kerap terjadi akibat perjalanan jauh menggunakan sepeda motor saat arus mudik.
Pengiriman sepeda motor akan dilayani ke enam daerah tujuan, yakni Banyuwangi, Jember, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, dan Ponorogo. Keberangkatan dijadwalkan pada 18 Maret 2026, dengan pendaftaran langsung melalui operator pada 8 Maret 2026 hingga kuota terpenuhi.
Sementara untuk arus balik, armada kapal laut juga telah disiapkan. Rute Raas–Jangkar dijadwalkan pada 29 Maret serta 2, 4, dan 6 April 2026. Sedangkan rute Sapudi–Jangkar akan beroperasi pada 27 dan 31 Maret 2026.
Ning Lia berharap program mudik gratis ini dapat terus berlanjut dan diperluas cakupannya pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Ini adalah kolaborasi yang baik antara kepemimpinan Gubernur Khofifah dan jajaran teknis di Dishub Jatim. Semoga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, karena kuota terbatas dan manfaatnya sangat besar,” pungkas Ning Lia.
![]()
Penulis : Wafa
















