Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Gedung KPK dan Ilustrasi Cewek Cantik Versi Pinterest

Foto. Gedung KPK dan Ilustrasi Cewek Cantik Versi Pinterest

JAKARTA, nusainsider.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, mengungkapkan bahwa praktik tindak pidana korupsi hampir selalu berkaitan erat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Antikorupsi di Pengadilan Negeri Purwokerto, Minggu (19/4/2026).

Menurut Ibnu, dalam banyak kasus, korupsi tidak berdiri sendiri. TPPU sering kali menyusul atau bahkan berjalan beriringan dengan tindak pidana utama tersebut.

“Kalau ada korupsi, biasanya akan muncul TPPU, bisa bersamaan atau setelahnya. Kalau bersamaan, buktinya sudah komplit. Kalau sendiri-sendiri, tindak pidana pokok dulu diselesaikan, baru TPPU muncul,” ujarnya, dikutip dari siaran pers KPK.

Ia menjelaskan, uang hasil korupsi umumnya disalurkan ke berbagai pihak, mulai dari keluarga, kegiatan amal, hingga kebutuhan pribadi seperti liburan dan tabungan. Namun demikian, upaya menyembunyikan aliran dana tersebut tidaklah mudah.

“Koruptor sudah membagi-bagikan ke istri, anak, keluarga, sumbangan, piknik, tabungan. Tapi uang Rp1 miliar itu ke mana? Kalau disembunyikan di bawah kolong, takut dimakan kecoa. Kalau ditabung, takut diawasi PPATK,” kata Ibnu.

Yang mengejutkan, Ibnu juga mengungkapkan hasil survei yang menyebut sekitar 81 persen koruptor laki-laki menyalurkan uang hasil kejahatan mereka kepada selingkuhan.

Baca Juga :  Curhat Kamtibmas Jadi Ruang Dialog, Polres Sumenep Gandeng Kepala Desa

Ia menyebut, para pelaku kerap mendekati perempuan dengan rayuan untuk kemudian memberikan sejumlah uang dalam jumlah besar.

“Pelaku laki-laki banyak yang memberikan uang ke wanita cantik. Mereka mendekati dengan kata-kata manis, walau usianya sudah tua, tetap dibilang ‘mas’. Ratusan juta dikucurkan ke perempuan itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ibnu menegaskan bahwa pihak yang menerima dan menyimpan uang hasil korupsi juga berpotensi terseret hukum sebagai pelaku pasif dalam tindak pidana pencucian uang.

“Mereka menerima, menabung, dan menyimpan uang yang berasal dari tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, kita harus menduga uang itu berasal dari kejahatan,” jelasnya.

Pengungkapan ini menunjukkan kompleksitas praktik pencucian uang yang dilakukan koruptor untuk menyamarkan hasil kejahatan.

Baca Juga :  Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik

Tidak hanya melibatkan keluarga, tetapi juga relasi di luar hubungan resmi, sehingga penegakan hukum memerlukan ketelitian dan ketegasan yang lebih tinggi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
OPINI : Sumenep, Dunia Malam Dan Ketidaksehatan
Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Forum Konfercab PMII Surabaya Memanas, Dugaan Pemukulan Kader Unair Mencuat
Dugaan Kamar Gratis untuk Konstituen Bikin Geger, LBH Desak Kesetaraan Pelayanan
Dari Sengketa Tanah Jemur Wonosari, Ning Lia Dorong Penguatan Perlindungan Hukum Warga
Dulu Mengkritik, Kini Berada di Dalam: Ketika Idealisme Diuji Kekuasaan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:02 WIB

OPINI : Sumenep, Dunia Malam Dan Ketidaksehatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Cacat Substantif Pencalonan Presiden dan/atau Wakil Presiden yang Terungkap Setelah Pelantikan: Perspektif Hukum Tata Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Forum Konfercab PMII Surabaya Memanas, Dugaan Pemukulan Kader Unair Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Dugaan Kamar Gratis untuk Konstituen Bikin Geger, LBH Desak Kesetaraan Pelayanan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Dari Sengketa Tanah Jemur Wonosari, Ning Lia Dorong Penguatan Perlindungan Hukum Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Dulu Mengkritik, Kini Berada di Dalam: Ketika Idealisme Diuji Kekuasaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hampir Lima Tahun Diburu, Terduga Pelaku Pembunuhan Akhirnya Masuk Jerat Polisi

Berita Terbaru