Bom Waktu Demografis dan Serdadu Politik

Jumat, 9 Juni 2023 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOM WAKTU DEMOGRAFIS DAN SERDADU POLITIK

Oleh : Arif Rahman

nusainsider.com Jumlah penduduk sumenep menurut data yang di rilis Dukcapil pada tahun 2022 berjumlah 1.134.810 (satu juta seratus tiga puluh empat ribu delapan ratus sepuluh) jiwa. Dari jumlah tersebut, 800.678 merupakan penduduk dengan usia 15-65 tahun.

Menurut laporan Proyeksi Penduduk Nasional (PPN) dan BPS, usia 15-65 tahun adalah kelompok usia produktif. Artinya, hampir 80 persen penduduk sumenep saat ini berada pada usia produktif.

Sisanya, 222.199 jiwa berada di usia belum produktif (0-14) dan 111.933 usia tidak produktif ( >65). Hal ini mesti dimanfaatkan dengan baik agar seimbang antara populasi dan produktivitas.

Pemerintah Sumenep harus menyiapkan seluruh infrastruktur, ilmu pengetahuan, ekonomi dan teknologi. Tidak ada yang lain. Kecuali hendak menciptakan kemiskinan massal.

Bonus demografi tidak akan berjalan lama. Tahun terus berganti, produktivitas semakin menurun seiring dengan menurunnya penduduk usia produktif.

The Economist, melaporkan, saat ini angka kesuburan dunia terus menurun. Di Asia, pada tahun 2030, lebih dari separuh penduduknya akan berusia di atas 40 tahun, usia menjelang Pensiun.

Baca Juga :  PAMI Perjuangan Lapor KPK Dugaan Korupsi Di BPJN Gorontalo

Puncaknya, tahun 2050, dunia akan mengalami depopulasi besar-besaran. Kondisi ini juga akan berdampak pada produktivitas negara. Bahkan, di akhir abad ini, pemerintahan diprediksi akan kesulitan untuk merencanakan pembiayaan negara.

Kebutuhan untuk pembiayaan penduduk yang sudah tidak produktif semakin besar, sementara pendapatan negara semakin sedikit seiring menyusutnya penduduk.

Jika saat ini kekayaan dunia dipegang oleh tiga orang dengan usia 20-60 tahun, maka sepuluh tahun ke depan hanya akan dipegang oleh tidak sampai dua orang di rentang usia yang sama.

Jika teknologi dipercaya dapat merekayasa satu keadaan, maka bergegas untuk menyiapkan hal itu menjadi penting. Agar situasi ini tidak menjadi bom waktu demografis.

Baca Juga :  Arif Rahman ; Tumpengan Di ‘Gerbong’ Kereta Madura

Sejarah mencatat bagaimana Teori Thomas Malthus pada abad 18, sempat membuat dunia khawatir. Malthus memprediksi dunia akan kekurangan pangan dan akan mengalami kelaparan massal.

Berkat teknologi, prediksi Malthus gagal. Apa yang dikhawatirkan tidak terjadi. Kejeniusan manusia mampu menciptakan teknologi yang berhasil memproduksi pangan berlipat ganda, menciptakan alat kontrasepsi untuk menekan angka kehamilan dan ledakan populasi.

Sumenep akan menjumpai tumpahan penduduk usia tidak produktif dan lebih sedikit usia produktif pada tahun 2035.

Artificial Intelligence (AI) telah dikembangkan secara massif untuk mengganti sebagian tenaga manusia. Tetapi betapa pun canggih teknologi, manusia tetaplah tuannya. Tinggal bagaimana pelatuk produktivitas itu dipencet.

Pertaruhannya ada di 2024. Bila pilihan kita terjebak pada gombalan khayali, maka sesungguhnya kita benar-benar mempersiapkan diri menjadi serdadu politik.

Loading

Berita Terkait

Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria
Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:57 WIB

Edukasi Kreatif Hari Kartini, Anak PAUD Belajar Batik dengan Ceria

Senin, 20 April 2026 - 04:49 WIB

Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 22:59 WIB

Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Berita Terbaru