Gelombang Kegaduhan di Partai Nasdem Memuncak, Pembesar Nasdem Murka Penunjukan Akis Jasuli

Selasa, 10 Juni 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD Partai NasDem Sumenep oleh DPP memicu kegaduhan internal. Banyak kader menyatakan kekecewaannya.

Penunjukan ini dinilai bukan berdasarkan prestasi, tetapi hasil kompromi politik yang mengabaikan rekam jejak kegagalan.

Sebagian besar pengurus menyayangkan keputusan ini.

“Kami butuh pemimpin, bukan pengulang sejarah,” ujar seorang tokoh besar NasDem Sunenep yang enggan disebut namanya.

Senada jug disampaikan Anasrullah, pengurus DPC NasDem Kecamatan Pragaan, ia mengkritik tajam langkah DPP yang menunjuk Akis sebagai Ketua.

“Penunjukan ini memperlihatkan partai jadi tempat parkir ambisi pribadi Akis. Padahal NasDem kendaraan kolektif menuju perubahan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Akis dinilai gagal saat menjadi sekretaris partai. Ia tak mampu mengonsolidasikan NasDem pada Pemilu 2019 maupun 2024.

“Selama dua periode di DPRD, kontribusinya minim. Konflik internal, terutama soal transparansi dana kampanye, turut memperburuk citranya, ” ungkap Anas panggil karibnya.

Sebagai sekretaris DPD, sambung Anas, Akis dianggap gagal menghidupkan partai. Kaderisasi lemah, program formalitas, dan soliditas internal memburuk.

Baca Juga :  Pimpin Ikatan Alumni Prodi Ilmu Kelautan, Prengki Wirananda Komitmen Berkontribusi Positif untuk UTM

Sementara itu, Moh. Hosen, Komandan Garda NasDem Sumenep, juga menyampaikan keheranannya kenapa DPP bisa menunjuk Akis jadi Ketua DPD. Pada hal menurutnya Akis tidak pernah aktif di kepengurusan partai.

“Saya sudah 11 tahun tidak pernah ketemu dan dihubungi Akis, meski dia pernah jadi sekretaris DPD, ” keluhnya.

Di tengah stagnasi itu, DPP justru mengangkat Akis Jasuli menjadi ketua. Keputusan ini dianggap mencederai semangat perubahan dari akar rumput.

“Jika yang gagal justru naik pangkat, bagaimana nasib kader muda yang diam-diam bekerja membangun partai?” tanya Ramdan Yanuaris Salam, pengurus DPD NasDem Sumenep.

Menurutnya, Akis memang bergelar akademik dan sedang menempuh doktoral. Namun, kader menilai gelar bukan jaminan kepemimpinan efektif.

“Buku Akis soal Laut Cina Selatan tidak menyelesaikan masalah struktural di Talango atau Manding,” sindir seorang kader muda itu.

“Kami butuh pemimpin yang tahu medan lokal, bukan hanya pintar mengutip teori geopolitik,” lanjutnya.

Baca Juga :  Awali Hari Pertama Kerja, BAPPEDA Sumenep Gelar Halal Bihalal Penuh Kehangatan

Oleh karena itu, sejumlah kader meminta DPP tidak menjadikan Sumenep sebagai laboratorium uji coba kompromi politik.

Meski kecewa, mereka menyatakan tetap hormat pada Koordinator NasDem Madura Raya, “Aba Idi”, sebagai pemimpin regional yang sekarang juga menjabat Bupati Sampang.

Bahkan sebagia penghormatan, sebagian pengurus siap mundur jika penunjukan Akis dipaksakan. Mereka menyerukan kembalinya partai ke jalur akal sehat.

“Kami ingin partai kembali ke idealisme, bukan logika balas budi,” ujar tokoh pendiri NasDem Sumenep yang enggan disebut namanya.

Menurut mereka, penunjukan ini adalah arah politik partai ke depan: rasional dan meritokratis, atau kompromistis dan penuh beban masa lalu.

“Kami ingin pemimpin yang bekerja, bukan sekadar muncul di baliho,” tutup pernyataan Koalisi Kader Pro Perubahan DPD NasDem Sumenep.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru