Kursi Ketua KNPI Sumenep Disandera? OKP Mulai Resah

Jumat, 4 Juli 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Polemik internal kembali mengguncang tubuh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumenep.

Hingga awal Juli 2025, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru masih belum jelas.

Bappeda Sumenep

Padahal, masa jabatan kepengurusan KNPI periode saat ini telah resmi berakhir. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan organisasi kepemudaan (OKP) setempat.

Sejumlah OKP yang berada di bawah naungan KNPI mulai angkat suara, menyuarakan kekecewaan terhadap stagnasi organisasi.

Mereka menilai penundaan Musda terkesan disengaja demi mengakomodasi kepentingan politik tertentu, bukan alasan teknis.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan Tabungan Digital Pelajar Berbasis QRIS

Asmuni, salah satu anggota aktif OKP di Sumenep, secara terbuka menyampaikan kritik pedas kepada Ketua KNPI saat ini.

Ia menilai kepemimpinan KNPI tak lagi transparan dan telah abai terhadap prinsip regenerasi.

“Kemarin sempat beredar pamflet Musda di grup WhatsApp para ketua OKP. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Ia menduga kuat bahwa penundaan Musda sarat dengan manuver politik tersembunyi untuk menyelamatkan calon ‘titipan’.

“Jangan-jangan memang disengaja agar bisa menyiapkan calon pesanan. Atau malah ingin memperpanjang kekuasaan pribadi?” sindirnya.

Asmuni menegaskan bahwa KNPI bukan milik segelintir elite, tetapi milik seluruh OKP sebagai representasi pemuda di daerah.

Baca Juga :  Diskusi Lintas Komisariat, Refleksi dan Tantangan Kaderisasi di Lingkungan Pesantren

Ia menyayangkan jika lembaga sebesar KNPI justru dijadikan alat kepentingan jangka pendek.

Menurutnya, ketidakpastian Musda adalah cerminan dari gagalnya pengurus dalam menjaga integritas organisasi.

“Ini bukan soal jabatan, tapi soal estafet kepemimpinan. Kalau begini terus, KNPI bisa kehilangan wibawa, bahkan mati suri,” tegasnya.

Ia juga mendesak agar Musda segera dijadwalkan secara terbuka dan inklusif, tanpa intervensi dari pihak manapun.

“Jangan abaikan suara OKP. Kami bukan penonton, tapi bagian dari KNPI itu sendiri,” tambahnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Ketua DPD KNPI Sumenep maupun jajaran pengurus belum memberikan tanggapan resmi.

Baca Juga :  Event Layangan Led Akan Berlangsung Kembali di Pantai Lombang, Begini Kata Bupati

Publik kini menanti langkah konkret dari pengurus KNPI, agar organisasi tersebut tak makin tenggelam dalam stagnasi dan konflik internal.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru