Pembayaran Berlebihan pada Proyek Peningkatan Jalan: Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara Dituding Rugikan Uang Negara

Kamis, 29 Februari 2024 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SULUT, nusainsider.com Sebuah temuan mencengangkan baru saja terkuak di wilayah Sulawesi Utara. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulawesi Utara, di bawah pimpinan Deasy Paat, kini tengah tersandung dalam kontroversi pembayaran berlebihan atas proyek peningkatan jalan.

Berdasarkan LHP temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) wilayah Sulawesi Utara, terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp509.447.027,10 atas kekurangan volume pekerjaan.

Kontroversi ini mengejutkan banyak pihak, termasuk aktivis antikorupsi Alfrets Inkiriwang, yang menyuarakan kebutuhan akan tindakan tegas dari aparat penegak hukum.Kamis,29/02/2024.

Alfrets Inkiriwang menekankan pentingnya penindakan terhadap temuan ini, mengingat kerugian yang telah dialami negara. “Ini jelas membuka pintu masuk bagi praktik korupsi yang lebih dalam,” ujarnya saat diwawancarai oleh nusainsider.com.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat, Dinsos P3A Sumenep Mulai Lakukan Verifikasi dan Validasi data Penerima Beasiswa 2024

Proyek yang berujung kontroversi ini merupakan Peningkatan Ruas Jalan Paniki Atas – Mapanget (PEN), yang dilaksanakan oleh PT APJ berdasarkan kontrak dengan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara. Nilai kontraknya mencapai Rp17.234.990.713,00, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 175 hari kalender.

Pekerjaan ini diawasi ketat oleh BPK wilayah Sulawesi Utara, dan temuan mereka menunjukkan bahwa kelebihan pembayaran terjadi meskipun proyek tersebut telah dinyatakan selesai 100%. Ini menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan proyek-proyek infrastruktur di daerah.

Dengan adanya temuan ini, publik menuntut agar aparat penegak hukum segera bertindak untuk mengusut dan memastikan pertanggungjawaban atas dugaan penyelewengan ini. Temuan .ini menjadi bukti bahwa tindakan korupsi masih menjadi ancaman serius bagi pembangunan dan kemakmuran negara.

Loading

Penulis : Winsy.W

Editor : Winsy.W

Berita Terkait

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra
Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan
Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional
Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi
Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan
Hilal yang Sama, Cara Pandang yang Berbeda: Lebaran 2026 di Persimpangan Iman dan Sains

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Selasa, 14 April 2026 - 14:09 WIB

Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan

Selasa, 7 April 2026 - 16:25 WIB

Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 02:52 WIB

Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi

Jumat, 3 April 2026 - 19:12 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:25 WIB

Hilal yang Sama, Cara Pandang yang Berbeda: Lebaran 2026 di Persimpangan Iman dan Sains

Berita Terbaru