Pendidikan Bukan Soal Gengsi, Lia Istifhama Buktikan Bisa Raih Doktor Tanpa Biaya Fantastis

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, nusainsider.com Isu besarnya anggaran pendidikan bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah kembali menjadi sorotan publik.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, membagikan refleksi pribadinya terkait perjalanan akademik yang ia tempuh dengan biaya relatif terjangkau di dalam negeri.

“Alhamdulillah, saya dari S1 sampai S3 tidak membutuhkan biaya besar. Bahkan bisa dibilang hanya jutaan rupiah dari dana pribadi. Yang saya rasakan adalah berkahnya, bukan gengsinya,” ujar Lia saat ditemui di Surabaya, Kamis (26/02/2026).

Ia mengisahkan, saat menempuh pendidikan sarjana, dirinya berkuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga, dan STID Taruna Surabaya. Saat itu, biaya kuliah per semester yang ia keluarkan tidak sampai Rp1,5 juta.

“Di IAIN sekitar Rp450 ribu, di Unair sekitar Rp750 ribu, dan di STID Taruna sekitar Rp200 ribu. Totalnya waktu itu tidak sampai satu setengah juta per semester. Bahkan saat menyusun skripsi, saya bekerja untuk membiayai kuliah sendiri,” tuturnya.

Untuk jenjang magister (S2), Lia memperoleh beasiswa studi dalam negeri sehingga tidak mengeluarkan biaya pribadi. Sementara saat menempuh pendidikan doktoral (S3), ia mendapatkan bantuan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) selama satu tahun.

Baca Juga :  Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang

Meski demikian, tetap ada dana pribadi yang digunakan hingga belasan juta rupiah. Secara keseluruhan, ia memperkirakan total dana pribadi yang dikeluarkan hingga meraih gelar doktor sekitar Rp30 juta.

Menurut Lia, pengalamannya tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak selalu identik dengan biaya mahal atau harus ditempuh di luar negeri.

Ia menekankan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia tanpa terjebak pada gengsi akademik.

“Banyak tokoh nasional lahir dari kampus-kampus dalam negeri. Pendidikan itu soal kesungguhan, integritas, dan kontribusi setelah lulus, bukan sekadar mahalnya biaya,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan perguruan tinggi dalam negeri agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama generasi muda Indonesia.

Baca Juga :  Miris, Pelayanan Puskesmas Legung Kembali Memburuk Akibat Persoalan Ini

Kebijakan pendidikan, lanjutnya, harus tetap berorientasi pada pemerataan manfaat serta efektivitas penggunaan anggaran.

“Yang utama adalah keberkahan ilmunya dan manfaatnya bagi masyarakat. Tanpa gengsi, tapi berdampak,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru