Sumenep 756 Tahun: Bahasa Madura Jadi Simbol Jati Diri dan Kebanggaan Daerah

Jumat, 31 Oktober 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, SH.,MH saat menyampaikan sambutan di sela-sela Hari Jadi Sumenep ke-756 dengan Tema 'Ngopene Soengennep'.

Foto. Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, SH.,MH saat menyampaikan sambutan di sela-sela Hari Jadi Sumenep ke-756 dengan Tema 'Ngopene Soengennep'.

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-756 dengan nuansa istimewa. Seluruh rangkaian acara resmi menggunakan bahasa Madura sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan jati diri lokal.

Tradisi ini bukan hal baru bagi masyarakat Sumenep. Penggunaan bahasa Madura dalam upacara hari jadi telah lama menjadi simbol kebanggaan dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

Bagi Pemkab Sumenep, langkah ini juga menjadi pesan kuat agar bahasa daerah tidak sekadar menjadi alat komunikasi, tetapi dijaga sebagai bagian dari identitas dan karakter bangsa.

Tahun ini, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep mengusung tema “Ngopene Soengenep” atau merawat Sumenep. Tema tersebut bermakna ajakan untuk menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Upacara agung yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Jumat (31/10/2025) itu juga dirangkaikan dengan dua momentum besar lainnya, yakni peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Pengawasan Pilkada Sumenep 2024 Dipertanyakan, Begini Penjelasan Lengkap Bawaslu

Tiga peringatan tersebut dipadukan dalam satu seremoni sebagai refleksi perjalanan sejarah dan semangat kebangsaan.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Ngopene Soengenep” bukan sekadar slogan seremonial, melainkan pesan moral bagi seluruh masyarakat agar tidak kehilangan akar budaya di tengah derasnya perubahan zaman.

“Ngopene Soengenep bukan hanya merawat sejarah, tapi juga menghidupkan nilai-nilai budaya sebagai sumber inspirasi masa depan. Kita tidak ingin menjadi penonton di tanah sendiri. Sumenep harus tumbuh modern tanpa tercerabut dari akarnya,” ujar Imam Hasyim penuh semangat.

Ia menilai, pelestarian budaya Madura tidak cukup hanya diwujudkan lewat festival atau seremoni tahunan. Diperlukan langkah konkret dan strategi berkelanjutan agar nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup modern.

“Memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal, memperluas ekonomi kreatif tradisional, dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan serta memasarkan kekayaan budaya Sumenep,” tegasnya, menjelaskan strategi yang dapat ditempuh untuk menjaga warisan budaya Madura.

Menurutnya, upaya melestarikan budaya lokal juga harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah. Dengan begitu, kemajuan teknologi tidak menjadi ancaman, melainkan alat untuk memperkuat karakter daerah dan memperkenalkan budaya Madura ke dunia.

Baca Juga :  Lima Budaya dan Tradisi Asli Sumenep Resmi Diakui sebagai WBTB Nasional

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang disatukan dengan Hari Jadi Sumenep menjadi momen reflektif bagi generasi muda. Imam Hasyim menilai, semangat persatuan nasional harus berakar dari budaya lokal yang kuat.

“Kalau kita kuat di akar budaya, maka kita tidak akan mudah goyah oleh perubahan global,” tambahnya di hadapan peserta upacara yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, dan komunitas budaya.

Ia juga berpesan agar generasi muda Sumenep mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi tanpa menolak inovasi.

Baca Juga :  Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Baginya, budaya dan kemajuan bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua kekuatan yang dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan bijak.

“Generasi muda Sumenep harus menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi tanpa meninggalkan inovasi,” pungkasnya.

Upacara hari jadi ini ditutup dengan penampilan seni budaya khas Sumenep seperti tarian muang sangkal, musik saronen, dan penyerahan penghargaan kepada tokoh yang berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya Madura.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa semangat Ngopene Soengenep bukan hanya diucapkan, tetapi benar-benar dihidupkan dalam tindakan nyata.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga
Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Sumenep Salurkan Bansos kepada Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Santri Berdaya, Indonesia Berjaya: Pesan Arif Firmanto di Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Berita Terbaru