Tak Pernah Luntur! Pelayanan Kesehatan Tetap Menjadi Prioritas Bupati Sumenep

Selasa, 8 Juli 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo.SH., MH

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo.SH., MH

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menunjukkan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Salah satu buktinya adalah keberhasilan dan keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC).

Bappeda Sumenep

Program UHC yang mulai diberlakukan sejak 7 November 2022 itu kini menunjukkan capaian luar biasa. Pemerintah pusat bahkan memberikan apresiasi atas capaian tersebut pada tahun 2024 lalu.

Bupati Fauzi menerima penghargaan UHC Kategori Utama dari Presiden Republik Indonesia, yang diserahkan langsung oleh Menko PMK Muhajir Effendi di Krakatau Ballroom, TMII, Jakarta, pada 8 Agustus 2024.

Kabupaten Sumenep pun tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang berhasil meraih penghargaan UHC kategori utama. Capaian ini tidak diraih dengan mudah.

Ada sejumlah syarat ketat yang harus dipenuhi untuk meraih predikat tersebut. Antara lain, cakupan UHC di atas 98 persen, tingkat keaktifan peserta JKN di atas 80 persen, serta kontribusi PBPU yang melebihi rata-rata nasional.

Baca Juga :  Baznas Sumenep Gerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Rumah di Saronggi

Selain itu, syarat lainnya adalah keberlangsungan UHC sejak tahun 2022 tanpa ada tunggakan iuran PBPU hingga akhir tahun 2023. Semua kriteria itu berhasil dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Capaian UHC Sumenep terus menunjukkan tren positif. Hingga 1 Februari 2025, cakupan program ini telah mencapai angka 99,73 persen, atau setara dengan 1.137.864 jiwa dari total 1.140.957 penduduk.

“Baik UHC maupun PKG, keduanya gratis. Meski berbeda, tujuan akhirnya tetap sama, yakni meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., kepada nusainsider.com, Selasa 8 Juli 2025.

PKG yang dimaksud adalah Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Program ini menyasar semua kelompok usia, mulai dari balita, dewasa, hingga lansia, untuk mendeteksi potensi penyakit sejak dini.

Baca Juga :  HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Sinergi antara UHC dan PKG menjadi pilar penting bagi Pemkab Sumenep dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.

Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan edukasi kesehatan, “Pungkasnya.

Dinas Kesehatan P2KB Sumenep mencatat, partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan ini terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya layanan kesehatan gratis.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pembinaan agar cakupan dan kualitas layanan tetap optimal.

Pemkab Sumenep menilai keberhasilan UHC bukan sekadar angka, tapi juga wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah terhadap hak dasar masyarakat, yakni akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak.

Langkah progresif ini juga sejalan dengan visi misi Bupati Fauzi yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan daerah, di samping pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat, “Imbuhnya.

Apresiasi atas capaian UHC ini menjadi penyemangat bagi jajaran Pemkab untuk terus berinovasi dan menjaga keberlangsungan layanan kesehatan gratis secara menyeluruh.

Baca Juga :  Kabupaten Miskin ; GEMPAR Sambut Wapres RI Dengan Cara Begini

Dengan capaian hampir menyentuh angka 100 persen, program UHC Sumenep kini menjadi role model bagi daerah lain di Madura dan bahkan di tingkat nasional.

Komitmen Pemkab Sumenep dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan yang berkualitas bukan sekadar janji, melainkan telah menjadi realitas, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga
Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran
Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah
Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi
PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat
Dari Baja hingga Filosofi, Keris Sumenep Pikat Konsul Jenderal Australia
Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat
Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi
banner 325x300

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:39 WIB

Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:27 WIB

Belasan Jabatan Bergeser, Polres Sumenep Lakukan Rotasi Besar-besaran

Sabtu, 24 Januari 2026 - 02:43 WIB

Lia Istifhama Sebut Sumber Energi dari Madura, Peluang Kerja ke Luar Daerah

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:35 WIB

Perkuat Transparansi, Bupati Sumenep Resmi Lantik Komisioner Komisi Informasi

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:30 WIB

PDIP Sumenep Peringati Ultah Megawati dengan Cara Sederhana dan Merakyat

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:32 WIB

Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:28 WIB

Angin Kencang Hantam Kepulauan Sapeken, Warga Pagerungan Kecil Mengungsi

Kamis, 22 Januari 2026 - 02:57 WIB

Polres Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 100 Gram di Dasuk, Seorang Perempuan Diamankan

Berita Terbaru