SUMENEP, nusainsider.com — Puskesmas Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, menerapkan strategi khusus untuk mengejar target imunisasi campak bagi balita.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kasus campak yang kini telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Sumenep.
Kepala Puskesmas Pamolokan, drg Novia Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa target imunisasi campak di wilayahnya mencapai 4.250 balita berusia 9 bulan hingga 7 tahun. Mereka tersebar di sembilan desa di Kecamatan Kota Sumenep.
“Kami memiliki micro planning untuk menuntaskan target imunisasi campak, yaitu dengan menerjunkan enam tim setiap hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/9/2025).
Hingga kini, Sumenep mencatat 2.105 suspect campak, dan 17 balita dilaporkan meninggal, seluruhnya dengan riwayat tanpa imunisasi. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Sumenep melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak rubella secara massal yang dimulai hari ini.
Selama dua minggu ke depan, tenaga kesehatan dari seluruh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kabupaten Sumenep akan melakukan imunisasi kepada lebih dari 74 ribu balita berusia 9 bulan hingga 7 tahun.
Menurut Novi Sapaan akrabnya, khusus di wilayah Puskesmas Pamolokan, enam tim kesehatan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah untuk mempercepat cakupan imunisasi. Pada hari pertama pelaksanaan ORI, pihaknya menargetkan 900 anak menerima imunisasi.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai lebih cepat dari jadwal.
“Kami diberi waktu dua minggu: satu minggu di lapangan dan satu minggu evaluasi. Namun kami yakin, untuk wilayah Puskesmas Pamolokan, imunisasi akan tuntas dalam kurang dari satu minggu,” tegasnya.
Novi menambahkan, tim yang diturunkan langsung ke sekolah merupakan tim khusus, berbeda dari tim Posyandu yang tetap berjalan sesuai jadwal.
“Tim ini memang kami siapkan khusus untuk imunisasi campak, sementara Posyandu tetap pada agenda rutin masing-masing,” jelasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















