Alokasi DD 20 Persen Diduga Tak Berjejak: Warga Pertanyakan Kejelasan BUMDes Guluk-guluk

Kamis, 20 November 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Isu dugaan ketidakjelasan realisasi Dana Desa (DD) sebesar 20 persen untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Kecamatan Guluk-guluk kembali mencuri perhatian publik.

Sorotan muncul setelah adanya laporan bahwa salah satu desa di kecamatan tersebut telah menerima aliran DD sekitar Rp2 miliar pada beberapa bulan lalu, dengan alokasi 20 persen atau sekitar Rp400 juta untuk program ketahanan pangan melalui BUMDes.

Namun hingga menjelang akhir tahun 2025, tak satu pun tanda-tanda pembangunan maupun aktivitas pemanfaatan DD untuk BUMDes terlihat di lapangan. Kondisi itu memunculkan dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran negara yang menjadi temuan masyarakat setempat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada nusainsider.com mengungkapkan bahwa BUMDes di desanya telah menerima tahap pertama penyaluran DD yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha desa. Namun, hampir tiga bulan berlalu, tidak ada progres fisik atau program yang dijalankan oleh BUMDes.

“Dana tahap pertama sudah cair untuk pengembangan BUMDes. Tapi sudah sekitar dua sampai tiga bulan ini belum ada progres apa pun,” ujarnya kepada nusainsider.com, Selasa, 18 November 2025.

Bahkan, menurut informasi lain yang diterima dari warga, pihak desa disebut-sebut telah dipanggil oleh Inspektorat Kabupaten Sumenep terkait penggunaan DD yang belum jelas progresnya. Meski begitu, informasi tersebut masih simpang siur dan memerlukan klarifikasi resmi.

Baca Juga :  Keselamatan Terancam, Warga Sapeken Minta Tol Laut Sanus 74 Dihentikan Sementara

Ketika dikonfirmasi, Plt. Kepala Inspektorat Kabupaten Sumenep, Nurul Jamil, memberikan jawaban berhati-hati. Saat dihubungi melalui telepon WhatsApp pada Rabu, 19 November 2025 pukul 16.11 WIB, ia mengaku akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan bidang yang menangani perkara tersebut.

“Tunggu ya mas, saya koordinasikan dulu ke bidang. Nanti kami kabari kembali,” ucapnya singkat kepada wartawan nusainsider.com.

Saat dimintai penjelasan lanjutan pada Kamis, 20 November 2025, Nurul Jamil menegaskan bahwa pemanggilan yang terjadi terhadap pihak desa bukan terkait BUMDes, melainkan terkait adanya dumas (pengaduan masyarakat) lain.

“Tidak ada pemanggilan terhadap Kades Guluk-guluk terkait penggunaan DD untuk BUMDes. Pemanggilan yang ada itu terkait dumas, bukan BUMDes,” tegasnya menutup klarifikasi.

Sementara itu, Kepala Desa Guluk-guluk, Akh Wail, secara terpisah membantah keras bahwa dirinya pernah dipanggil oleh Inspektorat maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait dugaan ketidakjelasan DD BUMDes.

“Saya tidak pernah dipanggil Inspektorat ataupun DPMD,” ujarnya singkat kepada nusainsider.com, Kamis, 20 November 2025.

Upaya konfirmasi kepada Staf Bidang BUMDes DPMD Sumenep, Taufik, juga belum membuahkan hasil. Baik pesan WhatsApp maupun panggilan telepon tidak mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

Baca Juga :  Puskesmas Batang-Batang Apresiasi Perawat di Hari Perawat Nasional 2025

Tidak hanya itu, Kepala DPMD Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, juga belum dapat dimintai keterangan. Panggilan melalui akun WhatsApp miliknya belum tersambung hingga berita ini dinaikkan.

Sementara publik terus bertanya, transparansi pengelolaan anggaran desa kembali menjadi isu penting yang memerlukan pengawasan ketat.

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar keraguan dan dugaan-dugaan liar tidak semakin berkembang.

Baca Juga :  Pantai Lombang Jadi Primadona Wisata Lebaran, Fasilitas Baru dan Suasana Aman Tarik Minat Wisatawan

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis
SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data
Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Bappeda Sumenep Diganjar Penghargaan atas Perencanaan Pembangunan yang Strategis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:48 WIB

SIMPEL hingga e-Stunting, Bappeda Sumenep Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Integrasi Data Pembangunan dengan Prioritas Nasional

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Bukan Sekadar Serap Anggaran, Bappeda Sumenep Tekankan Manfaat Nyata Pembangunan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal

Berita Terbaru