SUMENEP, nusainsider.com — Jembatan penghubung di Dusun Wakduwak, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, mengalami kerusakan serius. Bagian badan jembatan dilaporkan retak dan bocor, sehingga air merembes ke bawah konstruksi dan berpotensi memperparah kerusakan.
Kerusakan tersebut diduga akibat seringnya truk bermuatan berlebih yang melintas di jalur itu dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, jembatan tersebut disebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat secara terus-menerus.
Retakan memanjang dan lubang pada permukaan jembatan kini semakin terlihat jelas. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga setempat, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan sekaligus jalur vital distribusi barang dan mobilitas masyarakat, khususnya menuju wilayah Sapudi.
Salah satu warga Dusun Wakduwak, Dedi, mengungkapkan bahwa kendaraan truk pengangkut material dan muatan lainnya kerap melintas dengan beban melebihi kapasitas.
“Jembatan ini tidak dirancang untuk muatan berat. Sekarang sudah bocor dan retak, kami takut kerusakannya makin parah,” ujar Dedi, Minggu (22/02/2026).
Ia menambahkan, lambannya penanganan dari pemerintah membuat warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
Masyarakat bergotong royong menambal bagian yang berlubang serta memperkuat sisi jembatan menggunakan material seadanya agar tetap bisa dilalui kendaraan ringan.
“Ini akses jalan utama warga Sapudi. Kalau jembatan ini lumpuh, semua aktivitas transportasi pasti ikut lumpuh dan tidak bisa lewat. Kami sudah bersabar menunggu perbaikan dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Karena itu, kami bersama warga setempat berinisiatif memperbaiki sendiri dengan material yang ada,” jelasnya kepada pewarta.
Langkah swadaya tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kerusakan semakin meluas, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan berisiko mempercepat kerusakan struktur.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap kendaraan bermuatan berlebih yang melintas, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan infrastruktur publik dapat terjaga dengan baik.
![]()
Penulis : Udi
Editor : Wafa
















