Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

SUMENEP, nusainsider.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), khususnya terkait pengurusan cukai rokok.

Sejumlah pengusaha rokok mulai dipanggil untuk dimintai keterangan guna mendalami perkara tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa pemanggilan tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis dan pengembangan penyelidikan yang tengah berjalan.

“Jadi artinya ya memang kita asas praduga tidak bersalah, tetapi ketika kita melakukan pemanggilan itu kami pastikan bahwa itu semua ada dasarnya,” ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

KPK juga melakukan pemetaan serta identifikasi terhadap sejumlah dokumen yang disita saat penggeledahan di kantor DJBC.

Baca Juga :  Aksi Curat di Alas Malang Digagalkan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat alat bukti sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di luar tersangka yang telah ditetapkan.

Berdasarkan surat permintaan keterangan KPK RI yang diperoleh nusainsider.com, sejumlah perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Sumenep turut terseret dalam pusaran penyelidikan. Di antaranya PR Selancar Arka (Lengkong) milik HR (inisial), serta PR Mido dan PR Bahagia milik HM (inisial).

Baca Juga :  Ciptakan Pendidik Hebat dan Bermartabat, Disdik Sumenep Gelar FGD

PR Selancar Arka yang berlokasi di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, diketahui memproduksi rokok dengan merek Selancar dan Arka yang diduga tidak sesuai ketentuan peredaran cukai.

Sementara itu, PR Mido dan PR Bahagia yang berada di Kecamatan Ganding dan Lenteng memiliki sejumlah produk seperti Middo Bold, Guci, Dubai, Milde, Fantastic, dan lainnya yang juga menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.

Baca Juga :  Tak Gentar! Aktivis Sumenep Hadapi ‘Sultan ABJ’ dalam Perang Dugaan Cukai Ilegal

Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama terkait konsistensi dan keberanian KPK dalam menuntaskan perkara yang diduga melibatkan jaringan besar di sektor industri hasil tembakau.

Kini, publik menanti langkah tegas KPK. Apakah para pengusaha yang telah dipanggil akan benar-benar diproses sesuai hukum, atau justru lolos dari jerat hukum, menjadi pertanyaan besar yang menguji komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik
Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB