Arogansi Petugas Rutan Sumenep, Kuasa Hukum Warga Binaan Alami Intimidasi

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Screenshot Video Cekcok Kuasa Hukum bersama Petugas Rutan Sumenep, Selasa 30 Desember 2025

Foto. Screenshot Video Cekcok Kuasa Hukum bersama Petugas Rutan Sumenep, Selasa 30 Desember 2025

SUMENEP, nusainsider.com Pelayanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep kembali menuai sorotan publik. Seorang pengacara berinisial AS, kuasa hukum warga binaan bernama Sigit, diduga mendapat perlakuan arogan hingga diusir oleh petugas jaga saat menjalankan tugas profesinya, Selasa (30/12/2025).

Berdasarkan pantauan wartawan, AS datang ke Rutan Sumenep dengan sikap santun untuk meminta penjelasan terkait kondisi kliennya yang disebut ditempatkan dalam pengasingan.

Kedatangan tersebut merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya orang tua klien datang tanpa didampingi kuasa hukum, lantaran AS masih berada di luar Rutan.

“Saya datang baik-baik, menggunakan bahasa yang sopan. Tujuan saya hanya meminta penjelasan resmi terkait kondisi klien saya, tidak ada maksud membuat masalah,” ujar AS kepada wartawan.

Namun, itikad baik tersebut justru dibalas dengan sikap kasar dan bernada intimidatif. Salah satu petugas jaga diduga hendak menutup pintu Rutan secara tiba-tiba sembari menyuruh AS keluar tanpa memberikan penjelasan yang jelas.

“Sampean mau apa ke sini, jangan bikin masalah,” ujar petugas tersebut dengan nada tinggi dan gestur congkak.

Ucapan itu memicu adu argumen di area pelayanan Rutan. Ketegangan kian memanas ketika AS menegaskan haknya sebagai kuasa hukum untuk mendapatkan akses informasi terkait kliennya, sementara petugas tetap bersikap defensif dan intimidatif.

Baca Juga :  Diduga Karena Soal 'Politik', Polres Sumenep Tanggapi Gagalnya Konser Dj Almira Berto di Sumenep

Situasi baru mereda setelah Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Sumenep), Faizal, turun tangan. Ia berupaya menenangkan kedua belah pihak sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas sikap petugas yang dinilai tidak pantas.

Faizal berjanji akan melakukan evaluasi internal dan menindaklanjuti dugaan arogansi tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Meski telah ada permintaan maaf, insiden ini kembali membuka catatan buruk terkait profesionalisme dan etika pelayanan di Rutan Sumenep.

Baca Juga :  Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan, Bappeda Sumenep Bahas Ranwal RPJMD Bersama Bappeda Jatim

Perlakuan tidak pantas terhadap pengacara yang menjalankan tugasnya dinilai tidak hanya merendahkan profesi hukum, tetapi juga berpotensi mencederai prinsip pelayanan publik dan hak hukum warga binaan.

AS menegaskan, penghormatan terhadap kuasa hukum merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem peradilan yang adil.

“Perlakuan seperti ini bukan hanya melecehkan profesi hukum, tetapi juga mencederai rasa keadilan bagi klien saya,” tegasnya.

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi institusi pemasyarakatan. Profesionalisme petugas, penghormatan terhadap hak warga binaan, serta perlindungan terhadap kuasa hukum bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama penegakan hukum dan keadilan yang harus dijaga.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru