BETA GIBRAN Bergerak di Sumatera Utara

Rabu, 30 Agustus 2023 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alumni GMNI Respon Positif Deklarasi Beta Gibran (Foto Istimewa)

Alumni GMNI Respon Positif Deklarasi Beta Gibran (Foto Istimewa)

MEDAN,  nusainsider.com Pasca Deklarasi BETA GIBRAN yang di gawangi Twedy Ginting di Jakarta (Sabtu, 26 Agustus 2023), komunikasi dan koordinasi kekuatan pergerakan kaum muda  di seluruh Provinsi Indonesia terhadap Gibran semakin menguat.

Pasalnya, nama Gibran yang disebut-sebut  sebagai bakal Cawapres dalam deklarasi BETA GIBRAN tersebut seoalah-olah memecah kebuntuan Capres- Capres terkait nama nama calon wakil Presidennya. Selain itu, dengan disebutnya nama Gibran sebagai Cawapres membuat kaum paruh baya, pemuda dan pemilih pemula memiliki semangat untuk bergerak membangun dan menguatkan barisan di akar rumput.

Andi Junianto Barus (Alumni Muda GMNI) yang berdomisili di Sumatera Utara merespon positif adanya deklarasi BETA GIBRAN. Andi menyebutkan bahwa pihaknya tengah memperkuat semua barisan lintas sektoral untuk perkuat Gibran sebagai Cawapres, siapa pun nanti Capresnya.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Ma'ruf Maulana, Saudagar Madura Yang Sengaja Kembali ke Tanah Kelahirannya Karena Tujuan Ini

” Saat ini, kita bersama kawan-kawan muda sedang bekerja untuk memantabkan BETA GIBRAN di Sumatera Utara. Semua potensi gerakan kita akan kita arahkan untuk konsolidasi barisan sampai tingkat akar rumput.” Ungkap Andi Junianto Barus.

Pada kesempatan yang sama, Andi yang juga mengungkapkan kemunculan nama Gibran sebagai Cawapres telah membuktikan bahwa anak muda ingusan itu layak dan mendapatkan tempat dalam proses penyelenggaraan kepemimpinan nasional.

“Kepercayaan diri Bung Twedy Ginting menginisiasi dan  mendeklarasikan nama Gibran sebagai Cawapres  itu sudah membuka kesadaran baru kaula muda. Kami, anak muda di Sumatera Utara sebagai pemilih dengan jumlah terbesar merasa perlu memikul semangat itu dan membuktikan kalau anak ingusan layak mendapatkan tempat dalam penyelenggaraan kepemimpinan nasional saat ini dan masa yang akan datang” Tegas Andi Junianto Barus.

Baca Juga :  BETA GIBRAN Bergerak di Sumatera Utara

Berkaitan dengan Capres mana yang layak di dampingi oleh Gibran, Andi memperjelas pandangannya dengan tidak mempersoalkan siapa pun Capresnya selagi masih dari sumber yang sama.

“Saya bersama teman- teman muda di Sumatera Utara tidak mempersoalkan siapa yang akan di dampingi oleh Gibran. Kita tau gibran itu punya sumber dan setia pada sumber. Jadi, jika Capresnya berasal dari sumber yang sama dengan Gibran, tentu itu sudah baik.” Tutup Andi.

Loading

Berita Terkait

Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru
Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra
Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan
Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional
Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi
Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:58 WIB

Madura Tidak Boleh Tertinggal, KEK Adalah Harapan Baru

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Selasa, 14 April 2026 - 14:09 WIB

Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan

Selasa, 7 April 2026 - 16:25 WIB

Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 02:52 WIB

Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi

Jumat, 3 April 2026 - 19:12 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Berita Terbaru