Basmi Rokok Ilegal: Satir untuk Nur Faizin

Jumat, 22 Agustus 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nur Faizin, Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB Komisi C (Kanan), Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi A's (Kiri).

Foto. Nur Faizin, Anggota DPRD Jatim Fraksi PKB Komisi C (Kanan), Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi A's (Kiri).

SATIR, nusainsider.com Beberapa hari terakhir, publik dibuat geleng-geleng kepala membaca komentar Nur Faizin.

Katanya, rokok ilegal semakin marak di Madura dan merugikan negara. Ia bicara soal “Wibawa Negara” dengan lantang, seakan-akan problem Madura hanya sebatas batang rokok tanpa pita cukai.

Tapi mari kita balikkan pertanyaan sederhana: Tahukah Nur Faizin berapa jumlah petani tembakau di Madura?

Apakah ia hafal berapa ton tembakau yang diproduksi setiap musim panen di Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan?

Atau ia hanya sibuk membaca laporan Bea Cukai yang lebih sering menyita ketengan rakyat daripada menyapa penderitaan petani?

Baca Juga :  Kucurkan Dana CSR, PT Cikarang Listrikindo Terangi Jalan Penghubung Dua Desa

Bea Cukai merasa sudah bekerja hanya dengan menangkap lalu membakar rokok lintingan yang dihasilkan dari tangan ibu-ibu?

Lalu pejabat menganggap itu sebagai kinerja. Bagi saya, itu penghinaan terhadap petani tembakau.

Tahukah pula ia berapa harga yang bisa membuat petani sejahtera? Atau jangan-jangan baginya sejahtera itu hanya istilah makro-ekonomi yang berhenti di bibir pejabat, bukan di dapur-dapur rakyat yang setiap hari harus merebus singkong sebagai lauk utama.

Kalau Nur Faizin memang mengaku sebagai wakil rakyat Madura di DPRD Provinsi Jawa Timur, publik berhak bertanya: Apa Yang Sudah Ia Perjuangkan Selama Duduk Di Kursi Empuk Itu?

Pernahkah ia menantang Kementerian Keuangan agar tarif cukai tidak mencekik industri kecil Madura?

Pernahkah ia bersuara agar petani tembakau mendapatkan akses pupuk yang layak, modal yang murah, dan harga yang stabil?

Atau jangan-jangan, suara lantangnya hanya gema dari ruang rapat korporasi besar yang ingin menyapu bersih industri rokok kecil Madura, lalu menyisakan puing-puing kemiskinan di desa?

Baca Juga :  Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Satir ini lahir karena publik mulai muak dengan politisi yang lebih sibuk menjadi juru bicara korporasi ketimbang juru bicara rakyat.

Mereka bicara tentang “Wibawa Negara”, tapi menutup mata pada wibawa petani yang dipermalukan setiap musim panen oleh permainan harga.

Mereka teriak soal “Kehilangan Pendapatan Negara”, tapi diam seribu bahasa soal kehilangan masa depan rakyat yang anaknya tidak bisa sekolah karena tembakau dihargai semurah debu.

Baca Juga :  Kades Cidokom Diduga Selewengkan Dana Samisade Masih Berkeliaran

Jangan sampai Nur Faizin menorehkan namanya dalam sejarah Madura sebagai politisi yang lahir dari rahim tanah tembakau, tapi tumbuh menjadi alat penggilas tembakau itu sendiri.

Sebab di Madura, kami tidak butuh pejabat yang hobi mengutip definisi “Ilegal” dari buku hukum. Kami butuh wakil rakyat yang berani berteriak soal legalitas kesejahteraan petani.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi
Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak
Pasien Meninggal dan Dugaan Rawat Inap Disorot, Aktivis ALARM Minta Puskesmas Manding Beri Penjelasan
FR Klaim Kantongi SIPPM, Legalitas Rawat Inap dan STR Dipertanyakan
Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Dugaan Pungli Muncul di Tengah Meriahnya MCF-MNV 2026, Pengunjung Minta Satpol PP Segera Bertindak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Pasien Meninggal dan Dugaan Rawat Inap Disorot, Aktivis ALARM Minta Puskesmas Manding Beri Penjelasan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:05 WIB

FR Klaim Kantongi SIPPM, Legalitas Rawat Inap dan STR Dipertanyakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB

Dugaan Malpraktik Berujung Maut, Pasien SM Meninggal di Puskesmas Manding

Berita Terbaru