Madura Ethnic Carnival 2025, Magnet Budaya yang Dongkrak Ekonomi Lokal

Sabtu, 20 September 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Wahana Permainan di Areal Dalam Taman Adipura Sumenep sebelah Utara.

Foto. Wahana Permainan di Areal Dalam Taman Adipura Sumenep sebelah Utara.

SUMENEP, nusainsider.com Pagelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 kembali menjadi magnet besar bagi masyarakat. Selain menyuguhkan kemeriahan budaya, event spektakuler ini juga dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan perhotelan di Kabupaten Sumenep.

Event tahunan yang digagas Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menampilkan wajah lain dari geliat ekonomi lokal.

Sejumlah pelaku UMKM membuka stand di sisi timur Pintu Taman Adipura, mulai dari arah selatan hingga utara. Bahkan, area dalam Taman Adipura juga dipadati wahana permainan anak yang turut serta memeriahkan suasana.

Baca Juga :  Aksi “Jumat Berkah” di Legung Timur, Bukti Kolaborasi Nyata Peduli Lingkungan

Kehadiran stand UMKM tersebut menjadi bukti bahwa semangat yang difasilitasi KJS mendapat dukungan luas dari berbagai sektor. Para pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi budaya, tetapi juga dimanjakan dengan beragam pilihan kuliner dan produk lokal khas Madura.

Dampak positif MEC 2025 juga dirasakan oleh sektor perhotelan. Pantauan media ini menunjukkan sejumlah hotel di Sumenep kecipratan berkah. Para peserta yang tampil dalam parade budaya menginap sejak siang hari untuk menyiapkan kostum dan perlengkapan rias.

Salah satu hotel yang ramai adalah Hotel Asmi. Sejak siang, peserta bersama Make-Up Artist (MUA) terlihat lalu lalang keluar masuk kamar untuk persiapan sebelum tampil di malam puncak.

Baca Juga :  Kolaborasi PUTR Bersama PT PLN Dukung Peningkatan Kualitas Sanitasi di Sumenep

Situasi ini menggambarkan betapa event budaya tersebut memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah.

Dalam sambutannya, Hariri selaku inisiator berharap MEC dapat terus berkembang menjadi ikon budaya berskala nasional, bahkan internasional. Ia mencontohkan Jember Fashion Carnaval yang telah mendunia, dan optimis MEC mampu mengikuti jejak tersebut.

“Harapan kami, MEC ke depan bisa menjadi ikon budaya nusantara. Sumenep punya potensi besar untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya di sela-sela sambutannya, Sabtu 20/9/2025 Malam.

Foto. Tampak Stand UMKM Berjejer di Areal Taman Adipura Sumenep sejak Pukul 14.00 Wib Hingga Malam Hari dalam gelaran Madura Ethnic Carnival 2025

Selain itu, para pelaku UMKM juga menyampaikan rasa syukurnya. Salah seorang penjual yang rutin membuka stand setiap tahun mengaku memperoleh keuntungan melimpah dari MEC.

“Alhamdulillah, mas. Setiap tahun saya ketiban berkah dari gelaran ini. Selain bisa menikmati penampilan budaya, saya juga mendapatkan untung banyak. Semoga tahun depan bisa lebih luas lagi, misalnya melibatkan Warga se-Jawa Timur,” ungkapnya penuh harap.

Gelaran MEC 2025 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum nyata bagaimana sebuah event bisa menggerakkan denyut ekonomi daerah.

Baca Juga :  TPID Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan, Beras hingga Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar

Sumenep-pun semakin percaya diri untuk menempatkan diri sebagai destinasi wisata budaya yang patut diperhitungkan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru