SUMENEP, nusainsider.com — Pagelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 kembali menjadi magnet besar bagi masyarakat. Selain menyuguhkan kemeriahan budaya, event spektakuler ini juga dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan perhotelan di Kabupaten Sumenep.
Event tahunan yang digagas Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menampilkan wajah lain dari geliat ekonomi lokal.
Sejumlah pelaku UMKM membuka stand di sisi timur Pintu Taman Adipura, mulai dari arah selatan hingga utara. Bahkan, area dalam Taman Adipura juga dipadati wahana permainan anak yang turut serta memeriahkan suasana.
Kehadiran stand UMKM tersebut menjadi bukti bahwa semangat yang difasilitasi KJS mendapat dukungan luas dari berbagai sektor. Para pengunjung tidak hanya disuguhi atraksi budaya, tetapi juga dimanjakan dengan beragam pilihan kuliner dan produk lokal khas Madura.
Dampak positif MEC 2025 juga dirasakan oleh sektor perhotelan. Pantauan media ini menunjukkan sejumlah hotel di Sumenep kecipratan berkah. Para peserta yang tampil dalam parade budaya menginap sejak siang hari untuk menyiapkan kostum dan perlengkapan rias.
Salah satu hotel yang ramai adalah Hotel Asmi. Sejak siang, peserta bersama Make-Up Artist (MUA) terlihat lalu lalang keluar masuk kamar untuk persiapan sebelum tampil di malam puncak.
Situasi ini menggambarkan betapa event budaya tersebut memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah.
Dalam sambutannya, Hariri selaku inisiator berharap MEC dapat terus berkembang menjadi ikon budaya berskala nasional, bahkan internasional. Ia mencontohkan Jember Fashion Carnaval yang telah mendunia, dan optimis MEC mampu mengikuti jejak tersebut.
“Harapan kami, MEC ke depan bisa menjadi ikon budaya nusantara. Sumenep punya potensi besar untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya di sela-sela sambutannya, Sabtu 20/9/2025 Malam.

Selain itu, para pelaku UMKM juga menyampaikan rasa syukurnya. Salah seorang penjual yang rutin membuka stand setiap tahun mengaku memperoleh keuntungan melimpah dari MEC.
“Alhamdulillah, mas. Setiap tahun saya ketiban berkah dari gelaran ini. Selain bisa menikmati penampilan budaya, saya juga mendapatkan untung banyak. Semoga tahun depan bisa lebih luas lagi, misalnya melibatkan Warga se-Jawa Timur,” ungkapnya penuh harap.
Gelaran MEC 2025 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum nyata bagaimana sebuah event bisa menggerakkan denyut ekonomi daerah.
Sumenep-pun semakin percaya diri untuk menempatkan diri sebagai destinasi wisata budaya yang patut diperhitungkan.
![]()
Penulis : Wafa
















