Narkotika Bukan Anak Kandung Modernisme: Sebuah Tanggapan Untuk Suryadi Syah

Minggu, 4 Juni 2023 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Narkotika Bukan Anak Kandung Modernisme”

Oleh : Arif Rahman

SUMENEP, nusainsider.com Suryadi, Tokoh Senior, Guru jalanan, sekaligus kawan ngopi saya, menulis di beberapa media online dengan judul: ‘Orang Dalam’ dan Bisnis Haram Narkoba di Sumenep Pasca Ditangkapnya Oknum Wartawan dan Keterlibatan Polisi.

Tulisan saya ini seperti judul di atas, adalah sebuah tanggapan. Maka poin-poin penting harus saya sampaikan dengan tegas dan cermat.

Pertama, saya sepakat bahwa narkotika, apapun jenisnya, kata Rhoma adalah ancaman nyata umat manusia. “Ancaman” yang saya maksud adalah subjektivitas pribadi saya. Boleh jadi bagi orang atau kelompok lain justru sebagai berkah.

Narkotika telah benar-benar merusak struktur, hukum, politik, budaya, bahkan cara berpikir–bukan hanya bagi penggunanya, tetapi juga kita yang awam soal pahit-manis bisnis micin ini.

Oleh karenanya, beberapa hal yang saya tulis di bawah adalah ketidaksepakatan atas istilah (jika bukan sebuah keyakinan) yang telah berwindu-windu menjadi liar: orang dalam.

Kedua, saya harus mengatakan bahwa kecurigaan dan “budaya” memercayai “orang dalam” belum tentu sepenuhnya benar.

Baca Juga :  BN dan MS Tersungkur di Tangan Polisi, 33 Poket Sabu Jadi Barang Bukti

Penolakan terhadap “orang dalam” ini juga berangkat dari logika berpikir “orang dalam”.

Mari kita bertolak dari hipotesa yang di bangun Suryadi: “Artinya memang, menilik dari sejarah peredaran bisnis haram maka disitu bisa dipastikan ada keterlibatan ‘orang dalam’…”.

Istilah orang dalam biasanya diasosiasikan kepada mereka yang berada dalam satu jenis, golongan dan karena orang dalam memiliki kedekatan khusus.

KBBI mengartikan, ‘orang dalam’ adalah orang yang berada di dalam lingkungan (pekerjaan, golongan dsb) Sampai di sini masih normal.

Contoh: Saya adalah salah seorang terdekat perusahaan sayur terbesar di sumenep, kemudian ada kawan menitipkan saudaranya untuk bekerja di sana dan itu saya wujudkan.

Orang dalam pada konteks di atas masih ‘normal’. Tetapi berbeda hal dengan peredaran dan penanganan narkotika.

Baca Juga :  Bentrokan Ormas di Bekasi, Satu Orang Meninggal Dunia

Narkotika selalu soal keamanan dan menghindari jerat hukum. Jika benar selalu dan pasti ada orang dalam, harusnya kita perlu berpikir dengan logika terbalik:

“Jika benar ada orang dalam, mengapa bisa tertangkap?”

Pada titik ini maka kita mesti berhati-hati mempercayai ‘orang dalam’. Ada banyak orang yang akan mengaku-ngaku ‘orang dalam’ untuk memperkaya diri.

Baca Juga :  Reka Ulang Pembunuhan Di Desa Talawaan Di Gelar Di Polres Minahasa Utara

‘Orang dalam’ paling rendah adalah satu garis di bawah pemegang kendali. Kepolisian adalah lembaga negara non kementerian, kendali tertingginya ada di Presiden, Di bawah presiden ada Kapolri.

Jika ada yang mengaku sebagai orang dalam di kepolisian, pastikan dulu, dia ‘apanya’ Kapolri. Dan itu serendah-rendahnya iman.

Terakhir, narkotika bukan anak kandung modernisme. Dia adalah anak haram ilmu pengetahuan.

Indonesia menyebutnya, Napza (Narkoba, Psikotropika, Zat Adiktif). Zat-zat itu sudah ada dan ditemukan jauh sebelum perang dunia kedua pecah.

Akhirnya, narkotika tidak pernah bertanya: warna darahmu apa, pangkatmu apa dan, uangmu berapa(?). Dia adalah mainan mafia ‘Dominium’.

Penulis : Volunteer Penerbit Koma Media, Anak Buah di LPMK

Loading

Berita Terkait

Penemuan Mayat Mr. X di Pantai Poteran, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Polres Sumenep Amankan Pelaku Penganiayaan Anak di Sumenep
Berawal Dari Video Tik-tok, Suami Antarkan Istrinya Menuju Ajalnya
Waspada! Perjanjian Utang Piutang Menjadi Perjanjian Jual Beli ; Lia Istifhama Ungkap Cara Kerja Mafia Tanah
Pembuang Bayi Di masjid Al-kautsar Ternyata Orang Legung Timur, Begini Penjelasan Polres Sumenep
Rudapaksa Anak Tiri Selama 5 kali, Polres Sumenep Amankan Pelaku
Akibat Tolak Ajakan Suami, Istri di Sumenep Mendapatkan KDRT Hingga meninggal Dunia
Aksi Bripka Rico Bawa Anak Istri Tangkap Komplotan Pencuri Motor Meski Sempat Ditembaki

Berita Terkait

Sabtu, 5 April 2025 - 17:47 WIB

Penemuan Mayat Mr. X di Pantai Poteran, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Sabtu, 11 Januari 2025 - 11:49 WIB

Polres Sumenep Amankan Pelaku Penganiayaan Anak di Sumenep

Selasa, 31 Desember 2024 - 10:48 WIB

Berawal Dari Video Tik-tok, Suami Antarkan Istrinya Menuju Ajalnya

Senin, 30 Desember 2024 - 23:43 WIB

Waspada! Perjanjian Utang Piutang Menjadi Perjanjian Jual Beli ; Lia Istifhama Ungkap Cara Kerja Mafia Tanah

Minggu, 22 Desember 2024 - 16:14 WIB

Pembuang Bayi Di masjid Al-kautsar Ternyata Orang Legung Timur, Begini Penjelasan Polres Sumenep

Minggu, 8 Desember 2024 - 16:01 WIB

Rudapaksa Anak Tiri Selama 5 kali, Polres Sumenep Amankan Pelaku

Minggu, 6 Oktober 2024 - 16:03 WIB

Akibat Tolak Ajakan Suami, Istri di Sumenep Mendapatkan KDRT Hingga meninggal Dunia

Jumat, 27 September 2024 - 14:06 WIB

Aksi Bripka Rico Bawa Anak Istri Tangkap Komplotan Pencuri Motor Meski Sempat Ditembaki

Berita Terbaru