Lembar XXXI Fauzi As, “OTT” Operasi Tanah Tambahan

Selasa, 12 Desember 2023 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembar XXXI : “OTT” Operasi Tanah Tambahan

Oleh : Fauzi As

nusainsider.com Orang bijak mengatakan, Tidak ada pembelaan untuk tindakan yang melanggar etika dan integritas. Apalagi membela mereka yang hanya bisa melobi, menelpon kanan kiri dengan wajah melas dan rasa bersalah.

Saya akan ulas satu-persatu secara detail bagaimana dugaan mark-up harga pengadaan tanah Disperindag 2021 lalu. Surat dengan Nomor 5.10/1340/435.112.3/2021 di tandatangani oleh Kepala Dinas dengan label Pembina Utama Muda.

Dalam catatan detail pengeluaran yang saya terima bulan lalu secara rinci dijabarkan ada tiga jenis harga tanah. Pertama, Tanah, XXX. Harga tanah asli XXX,  Harga titipan XXX. Masing-masing harga tersebut akan saya uraikan secara jelas pada episode berikutnya.

Namun di luar itu ada hal yang membuat mata saya tiba-tiba membeku. Sebab, ada catatan jatah untuk M1.  Nilainya cukup mencengangkan.

Ya, saya tetap mencoba untuk tidak suudzon bisa saja M1 seperti merek minuman kaleng penambah stamina yang biasa disebut M150.

Atau M1 adalah merek cat mirip seperti indaco yang di pakai untuk mengecat beberapa kantor fasilitas Pemerintah Daerah.

Saya melihat kabupaten Sumenep tidak sedang baik-baik saja. Jika prestasi oknum yang menjabat diukur dari seberapa besar setorannya. Maka, yang terjadi adalah perlombaan program lipstik.

Anggaran bisa saja habis digunakan untuk membeli penghargaan dan medali. Tujuannya untuk menambal lubang yang penuh dugaan perampokan uang rakyat. Mereka hanya mendapat kepuasan semu. Kepuasan yang tidak mampu menembus batin publik dan Hanya berwujud sampah pemberitaan.

Baca Juga :  Menjelang Akhir Tahun, Kepala DKPP Sumenep Sabet dua Penghargaan sekaligus di Tempat Berbeda

Saya juga banyak membaca tindak-tanduk para koruptor yang ditangkap oleh KPK. Mereka banyak membungkus uang hasil rampokan dengan kegiatan-kegiatan sosial.

Berbentuk sumbangan untuk masjid, santunan janda muda, dan merawat yatim dewasa, hal itu adalah bagian dari cara koruptor memoles kejahatannya. Bisa jadi dalam bentuk jalan-jalan sehat yang melibatkan komunitas guru.

Begitu juga dalam catatan dugaan kongkalikong anggaran tanah milyaran ini. Di dalamnya tercatat juga anggaran untuk anak yatim sebesar 350 juta entah anak yatim sungguhan atau yatim mingguan. Cukup wartawan saja yang menelusurinya.

Saya menjadi ingat dulu mantan bupati Pamekasan ditangkap KPK hanya karena merestui gratifikasi dengan angka 200 jutaan. Kejadian itu Pada Rabu, 2 Agustus 2017, dimana KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas Kepala Kejaksaan, Pamekasan, Madura.

Mudah-mudahan hal itu mampu menjadi pelajaran bagi kita semua. Bahwa jadwal apes tidak tertera pada kalender kerja apalagi kalender event.  Jika Pemimpin menjadi penikmat darah rakyat, menyakiti hati banyak orang. Sudah pasti hidupnya akan jauh dari ketenangan.Ia hanya mendapat kepuasan semu dan bisa tersesat dalam gerombolan bebek yang selalu asyik bertepuk tangan.

Sampang 12 Desember 2023

Loading

Berita Terkait

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut
Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas
Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat
FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat
Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:54 WIB

Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat

Senin, 6 Juli 2026 - 11:53 WIB

FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat

Senin, 6 Juli 2026 - 10:21 WIB

Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya

Senin, 6 Juli 2026 - 07:14 WIB

Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding

Berita Terbaru