Bupati Sumenep Imbau Warga Isi Ramadan dengan Ibadah dan Perkuat Persaudaraan

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH.,MH

SUMENEP, nusainsider.comPemerintah Kabupaten Sumenep mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas daerah. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, dalam menyambut Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pembinaan diri guna meningkatkan kualitas spiritual, sosial, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat mengisi Bulan Suci Ramadan dengan memperbanyak ibadah, memperkuat ukhuwah, serta menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati kepada Media Center, Rabu (18/02/2026).

Orang nomor satu di lingkungan Kabupaten Sumenep itu berharap masyarakat dapat menjaga suasana aman dan nyaman selama pelaksanaan ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, toleransi dan saling menghormati antarumat beragama juga harus terus dijaga.

“Seluruh elemen masyarakat hendaknya menjaga dan merawat kebersamaan serta gotong royong agar kehidupan sosial tetap harmonis,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran ibadah selama Ramadan, Pemkab Sumenep telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Baca Juga :  Sambut Idulfitri 1447 H, BPRS Bhakti Sumekar Tebar Pesan Damai dan Kebersamaan

Dalam SE tersebut, sejumlah aturan dan imbauan disampaikan, di antaranya pelaksanaan kegiatan keagamaan wajib memperhatikan ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan.

Pemilik usaha makanan dan minuman diminta menghormati ibadah puasa dengan menyesuaikan aktivitas berjualan pada siang hari, yakni mulai pukul 14.00 WIB. Mereka juga diimbau tetap menjaga etika, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Isyarat Sosok Calon Sekda Terungkap Bupati Fauzi di Tengah Festival Desa Wisata Madura 2025, Begini

Lebih lanjut, dalam SE tersebut juga ditegaskan larangan peredaran minuman beralkohol, petasan, serta bahan peledak sejenisnya selama bulan suci. Penggunaan pengeras suara di lingkungan masyarakat dibatasi paling lambat hingga pukul 22.00 WIB. Setelah waktu tersebut, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan ibadah dan tidak mengganggu ketenteraman warga.

Kegiatan membangunkan sahur atau musik sahur diizinkan mulai paling awal pukul 02.00 WIB dengan pelaksanaan yang tertib, sopan, dan tidak berlebihan. Warga juga dilarang melakukan balap liar atau aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketenteraman umum.

“Pemerintah daerah bersama jajaran Forkopimda akan melakukan pemantauan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan lancar dan aman. Karena itu, aparatur kecamatan, desa, dan kelurahan agar melakukan pengawasan secara persuasif dan humanis di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Bupati berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kedamaian, serta menjadikannya momentum memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan demi kemajuan daerah.

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita semua untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB