Jusuf Kalla Singgung Pentingnya Keadilan Dan Kesejahteraan Di Indonesia, Begini Katanya

- Pewarta

Sabtu, 20 Mei 2023 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla menyinggung pentingnya keadilan dan kesejahteraan di Indonesia. (Foto: Tangkapan layar youtube PKSTV)

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla menyinggung pentingnya keadilan dan kesejahteraan di Indonesia. (Foto: Tangkapan layar youtube PKSTV)

JAKARTA, Nusainsider.com Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla menyinggung pentingnya keadilan dan kesejahteraan di Indonesia.

Dia menilai meski Indonesia sudah merdeka dan bersatu 77 tahun silam, namun terdapat potensi konflik yang bisa terjadi kapan saja akibat masyarakat yang merasa tak mendapatkan keadilan.

JK kemudian menyinggung kejadian 15 konflik besar di Indonesia yang memakan banyak korban dan mayoritas karena masalah ketidakadilan.

“Poso bukan konflik agama mulanya, tapi konflik keadilan politik. Jadi keadilan adalah pondasi yang penting dalam kehidupan kita semua. Kesejahteraan adalah selalu menjadi tujuan bangsa apa saja,” kata JK dalam acara Milad ke-21 PKS di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (20/5).

JK kemudian menyinggung peran partai politik dalam sistem pemerintahan yang menurutnya harus memiliki tujuan menciptakan keadilan Indonesia. Ia meminta agar keadilan bangsa dan negara menjadi tanggung jawab yang harus dilaksanakan sepenuhnya.

JK kemudian menyinggung soal pentingnya perubahan dalam setiap era.

Namun perubahan itu dengan syarat harus menyempurnakan apa yang kurang dari zaman sebelumnya. Ia juga menyinggung lengsernya Presien pertama dan kedua Indonesia akibat revolusi yang terus terjadi.

“Tahun 1966 menjatuhkan Bung Karno, tahun 1998 menjatuhkan Pak Harto. Suatu kebiasaan yang kurang baik bagi satu bangsa. Karena itulah maka ada pembatasan-pembatasan (masa jabatan presiden), siapa pun yang ingin keluar dari batasan itu, berarti melanggar kehendak rakyat,” ujarnya.

Diketahui, Soekarno akhirnya meneken Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) pada 1966 lalu yang memberikan kuasa kepada Soeharto saat itu untuk mengambil segala tindakan apa pun untuk menstabilkan keadaan. Dalam Sidang Istimewa Maret 1967, Soekarno akhirnya diputuskan lengser dari kekuasaan.

Sedangkan Soeharto diketahui mundur setelah peristiwa Mei 1998 dan muncul krisis ekonomi di Asia Tenggara. Soeharto akhirnya menyatakan turun dari kekuasaan setelah krisis hebat melanda Indonesia, baik di sisi sosial dan ekonomi.

Loading

Baca Juga :  Prabowo Subianto ; Malaysia Kampung Kedua Saya

Berita Terkait

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama
Ketika Ning Dan ‘Santri’ Sama-sama Selangkah Menuju Parlemen, Berkah NU?
Empat Caleg DPD RI Jawa Timur Potensi Lolos Senayan, Ini Orangnya
Persaingan Ketat! Delapan Caleg DPR RI di Prediksi Bakal Lolos Senayan
Berikut Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur XIV Potensi Lulus 10 Besar
Khofifah Sebut Implementasi Ilmu Terapan Atasi Permasalahan Petani Garam
Hampir 2 Tahun “Beku” Laporan Penyalahgunaan Dana Desa Tahap III Desa Maumbi Akhirnya Di Buka Kembali
Perlu Ada Koordinasi Dan Kolaborasi,Kasi Humas Polres Minahasa Utara Ipda Deddy Kodoati

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 22:44 WIB

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama

Senin, 26 Februari 2024 - 21:21 WIB

Ketika Ning Dan ‘Santri’ Sama-sama Selangkah Menuju Parlemen, Berkah NU?

Senin, 26 Februari 2024 - 16:45 WIB

Empat Caleg DPD RI Jawa Timur Potensi Lolos Senayan, Ini Orangnya

Senin, 26 Februari 2024 - 14:20 WIB

Persaingan Ketat! Delapan Caleg DPR RI di Prediksi Bakal Lolos Senayan

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:23 WIB

Khofifah Sebut Implementasi Ilmu Terapan Atasi Permasalahan Petani Garam

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:49 WIB

Hampir 2 Tahun “Beku” Laporan Penyalahgunaan Dana Desa Tahap III Desa Maumbi Akhirnya Di Buka Kembali

Rabu, 21 Februari 2024 - 11:32 WIB

Perlu Ada Koordinasi Dan Kolaborasi,Kasi Humas Polres Minahasa Utara Ipda Deddy Kodoati

Minggu, 18 Februari 2024 - 23:42 WIB

13 Anggota KPPS di Jawa Timur Meninggal Dunia, Begini Kata Gubernur Jatim

Berita Terbaru