Lembar XXII ; Selingkuh Massal Era Digital, Selamatkan Generasi Penerus Dari Kerusakan

- Pewarta

Jumat, 12 Mei 2023 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembar XXII ; Selingkuh Massal Era Digital, Selamatkan Generasi Penerus Dari Kerusakan

Nusainsider.com Era digital adalah era kanibal, era yang mempermudah manusia dimangsa oleh siapa saja, ponsel pintar mirip mata samurai yang tajam pada dua sisinya ia mampu mengamputasi kedekatan dua hati, bahkan ia dapat memotong cinta kasih kita dengan anak dan istri kita, rumah tangga tiba-tiba jauh berserakan dalam kehidupan nyata.

Tak terkecuali yang sudah punya predikat sebagai kakek tua dapat dibuatnya tidak sadar bahwa waktu kita dihabiskan untuk berselingkuh dengan aplikasi kesayangan, anak yang sedang butuh-butuhnya kasih sayang dan perhatian seolah hilang tenggelam terbawa kenikmatan bercinta dalam dunia medsos dan group Wa.

Inilah Zaman yang paling menyeramkan, ketergantungan kita terhadap handphone seolah sudah melebihi ketergantungan pengguna sabu-sabu yang membuat tidak sadar para pecandunya, Handphone yang awalnya di desain sebagai alat komunikasi tiba-tiba berkembang menjadi multi fungsi, dia menjadi TV, Radio, Surat Kabar, mesin ATM, bahkan menjadil Mall tempat ibu-ibu berbelanja.

Yang lebih miris lagi aktivitas sosial pun sudah mulai beralih pada perangkat ini, permintaan maaf sudah lewat status pada media sosial, kehangatan jabat tangan menjadi hilang hambar tanpa sentuhan genggaman, melalui alat ini pintu-pintu setan tiba-tiba terbuka dengan lebarnya, laki-laki bisa dekat dengan perempuan yang belum juga di kenalnya, Handphone memangkas jarak mendekatkan yang jauh, manusia mulai hidup didalam rumah kaca dengan pintu-pintu terbuka.

Kita seolah menjadi mayat hidup, wujudnya tampak tetapi ruh emosi dan empati semakin hari semakin hilang.

Ponsel yang juga merangkum fungsi kamera seperti menyimpan mata dajjal didalamnya, beberapa waktu yang lalu camera mata dajjal berhasil merekam perselingkuhan seorang Istri Raja, istri pejabat tinggi itu terekam bahagia seolah tanpa dosa, mata dajjal merekam dengan sempurna kemegahan kamar dua sejoli dan permaisuri yang sedang menikmati sepotong eskrim surga dengan label DPRD (Dongeng Permaisuri Rekaman Dajjal).

Baca Juga :  Tanamkan Disiplin Di Sekolah, Babinsa Pos Selopuro Latih Peraturan Baris Berbaris

Opini ini adalah pesan bagi saya sendiri sebagai orang tua dan sekaligus nasehat untuk para adinda, tahun 2012 lalu saya  mulai khawatir mengenai maraknya anak-anak kecil yang sudah menggunakan ponsel symbian, kekhawatiran ini bukan tanpa dasar sebab dari beberapa pengamatan Hanphone terlalu banyak menawarkan pilihan kesenangan, penyalahgunaan teknologi yang tidak pada tempatnya perkembanganya bagai banjir yang menghanyutkan pondasi moral, jika itu tidak di imbangi dengan kesadaran penggunanya maka kehancuran generasi muda sudah pasti didepan mata.

Perjudian sudah bisa dilakukan dari tempat-tempat keramaian, perbuatan maksiat dari dalam kamar sendiri bermodal paket data, bahkan perselingkuhan sekalipun bisa terjadi di depan suami dan istri.

Beginilah zaman dimana kehidupan manusia dikendalikan oleh setan kecil kehilangan rasa tidak lebih berharga dari kehabisan paket data.

Dua bulan terakhir ini saya mengamati Group Wa yang didominasi oleh siswa siswi belia, group whatsapp itu bukan group biasa tetapi group tempat bagi-bagi video pornograpi produk lokal teman-temannya sendiri, dan mirisnya lagi kalau diamati anggota group rata-rata berdiskusinya dengan bahasa Madura, tidak kurang dari lima group dengan anggota berjumlah ribuan, yang dengan tanpa rasa bersalah saling tukar menukar video kesenangan.

Naluri sebagai manusia sudah di cabut seilah zombe yang diarahkan oleh perangkat ini, kisah tentang seorang teman yang sedang shalat magrib di rumahnya, membuat saya menjadi lebih yakin bahwa usia manusia dirampas secara tidak sadar, teman yang sedang shalat maghrib dan sudah berjalan dua rakaat tiba-tiba berhenti karena Hanphonenya berdering dengan bunyi sangat nyaring, shalatnya dibubarkan karena kalau sampai Istrinya yang mengangkat telephone bisa-bisa keluarganya yang bubar ;).

Begitulah hidup dalam jajahan teknologi, mari sadarkan keluarga kita dan anak-istri kita untuk dapat menggunakan handphone sebagai sarana komunikasi dan alat edukasi saja.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Kepmad Mts Negeri 20 Jaktim Soal Pemberitaan Pungutan Sumbangan

Penulis : Fauzi As, Sumenep 12 Mei 2023.

Loading

Berita Terkait

Pawai Karnaval Lughatul Islamiyah diikuti Ribuan Siswa dan Siswi dari Berbagai Tingkatan
Prof Ari : Gen Z Berpotensi Kerja di Luar Negeri, Industri Kreatif dan Tidak Birokrasi
SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka
BKPSDM Bersama Universitas Veteran Gelar Sosialisasi Kegiatan RPL Program S2
Pengawasan Anak Putus Sekolah di Kota Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara
45 Kader Digital Sumenep Ikuti Bimbingan Kader Digital Desa di Jakarta
Dua Kader PMII Rayon FIS UIN SU Di lantik Sebagai Ketua HMJIP
Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 16:37 WIB

Pawai Karnaval Lughatul Islamiyah diikuti Ribuan Siswa dan Siswi dari Berbagai Tingkatan

Sabtu, 22 Juni 2024 - 10:26 WIB

Prof Ari : Gen Z Berpotensi Kerja di Luar Negeri, Industri Kreatif dan Tidak Birokrasi

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:37 WIB

SDN Pancor II Gelar Kegiatan Bazar di malam Pertama Perpisahan, Badri Ghazali: Implementasi P5 dari Kurikulum Merdeka

Jumat, 7 Juni 2024 - 14:37 WIB

BKPSDM Bersama Universitas Veteran Gelar Sosialisasi Kegiatan RPL Program S2

Jumat, 7 Juni 2024 - 10:05 WIB

Pengawasan Anak Putus Sekolah di Kota Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara

Minggu, 2 Juni 2024 - 17:30 WIB

45 Kader Digital Sumenep Ikuti Bimbingan Kader Digital Desa di Jakarta

Jumat, 24 Mei 2024 - 11:08 WIB

Dua Kader PMII Rayon FIS UIN SU Di lantik Sebagai Ketua HMJIP

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:21 WIB

Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas

Berita Terbaru