Siswa SMP di Makassar Tewas Terjatuh Dari Lantai 8 Sekolahnya, Begini Kronologinya

- Pewarta

Jumat, 26 Mei 2023 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Foto. Detik.com

Sumber Foto. Detik.com

JAKARTA, nusainsider.com Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

Seorang siswa SMP di Makassar tewas terjatuh dari lantai 8 sekolahnya. Korban yang diketahui merupakan anak pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Benny Yusuf Nurdin itu diduga sengaja melompat. Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih mendalami motif di balik kejadian tersebut.

Dilansir detikSulsel, korban bernama Basman Nafa Yaskura (15) ditemukan tewas pada Rabu (24/5/2023) di sekolahnya, SMP Athirah Makassar. Kejadian jatuhnya pun sempat terekam oleh CCTV yang kemudian diamankan Polrestabes Makassar.

Kapolrestabes Makassar Kombes Mokhamad Ngajib menerangkan, rekaman CCTV menunjukkan korban naik seorang diri ke lantai 8 sekolahnya sekitar pukul 09.30 WITA dengan lift. Rekaman itu juga diperkuat dengan keterangan dari saksi-saksi.

“Kemudian setelah sampai lantai 8, yang bersangkutan itu naik ke atap. Jadi dari lantai 8 ada atap lagi, dia naik menggunakan tangga,” terang Ngajib pada Rabu malam. Sesaat setelah jatuh, korban ditemukan oleh seorang petugas kebersihan sekolah. Kondisinya kala itu sudah tidak bernyawa.

Ngajib menyatakan, korban diduga kuat sengaja melompat dari lantai 8. Pada tubuh korban, ditemukan luka yang disebabkan jatuh dari ketinggian dan tidak ada luka seperti bekas hantaman benda tumpul. “Patut kita duga dia bunuh diri, karena sampai hasil pemeriksaan olah TKP tidak didapatkan adanya kecurigaan hal-hal yang lain,” paparnya.

Namun, beberapa fakta yang janggal muncul seiring pemeriksaan kasus ini. Salah satunya, sebelum hari kejadian, korban ternyata sempat membolos. Hal tersebut diketahui dari GPS HP korban yang menunjukkan ia sempat berada di wilayah Taeng, Gowa. Kemudian sang ibu menghubungi korban sebelum akhirnya korban kembali ke sekolah.

Baca Juga :  Meriah! Bank Sulut Go Bersama Bupati Bolangmongondow Timur Rayakan Ultah Ke 50 Tahun

“Orang tuanya melakukan pengecekan kepada anaknya, dia sudah berangkat sekolah tapi diketahui keberadaannya ada di Gowa. Sehingga dia dihubungi orang tuanya, baliklah dia ke sekolah. Itu berdasarkan dari ibunya,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Ridwan Hutagaol kepada detikSulsel Kamis (25/5).

Hingga Kamis malam, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 5 saksi. Di antaranya wali kelas, guru, dan dua petugas kebersihan atau OB.

Selain itu, polisi juga telah mengamankan salah satu barang bukti utama yakni HP korban. HP tersebut dalam kondisi pecah dan rusak sehingga polisi belum memeriksa isinya. “Kita masih mendalami motifnya, motif ini mesti kita perkuat kondisi kan, apakah ada tulisan-tulisan atau apakah itu, kan HP-nya lagi pecah,” kata Ridwan.

Insiden ini pun menjadi pukulan yang amat berat bagi keluarga korban, terutama orang tuanya. Pejabat Kemenhub Benny Yusuf Nurdin bahkan menangis histeris ketika pertama kali datang ke RS Bhayangkara Makassar Rabu sore, sekitar pukul 17.00 WITA. Jenazah korban sendiri segera diantar ke rumah duka sore itu juga pukul 17.30 WITA.

Pihak keluarga mengaku bahwa mereka sempat menerima tiga informasi berbeda terkait keberadaan korban di sekolah. Pertama, yang bersangkutan disebut terlambat masuk sekolah. Kedua, ada guru yang menyampaikan bahwa korban tidak masuk sekolah dan sudah mengajukan izin. Ketiga, saat sang ibu menghubungi, korban mengaku sudah ada di sekolah dan sedang naik lift.

Hal itu diungkapkan oleh paman korban, Andy Setiadi. “Kita juga dari pihak keluarga bingung, tiga info dapat dari gurunya tadi sebelum saya ambil HP-nya dia itu terlambat masuk sekolah. Laporannya ke guru dia tidak masuk ke sekolah. Terus dikomunikasikan sama orang tuanya, ibunya bilang ada masuk. Ibunya terakhir kali komunikasi, sudah ada di lift sekolah,” ujarnya.

Loading

Berita Terkait

Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas
Stafsus Menang RI Tekankan Guru Agama Islam harus Adaptif di Era Digital
Kemendikbudristek Dorong Pemerintah dan Satuan Pendidikan Prioritaskan Keselamatan Murid
Hadiri Pelantikan PMII Lamongan, Ning Lia Dorong Generasi Z Berani Tampil di Depan Publik
Dukung Pertumbuhan Industri Hulu Migas Nasional, SKK Migas Gelar SCM Summit 2024
Pemkab Sumenep Kembali Terima Predikat WTP ke-7 dari BPK
MH Said Abdullah Bersama Ra Achmad Fauzi Hadiri Rakerwil PAN Jatim, Ada Apa?
Lagi, EXXON MOBIL Cepu Limited Lakukan Pemboran Sumur Minyak Blok Cepu 

Berita Terkait

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:21 WIB

Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:24 WIB

Stafsus Menang RI Tekankan Guru Agama Islam harus Adaptif di Era Digital

Rabu, 15 Mei 2024 - 10:24 WIB

Hadiri Pelantikan PMII Lamongan, Ning Lia Dorong Generasi Z Berani Tampil di Depan Publik

Sabtu, 4 Mei 2024 - 10:34 WIB

Dukung Pertumbuhan Industri Hulu Migas Nasional, SKK Migas Gelar SCM Summit 2024

Kamis, 2 Mei 2024 - 19:14 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Terima Predikat WTP ke-7 dari BPK

Selasa, 30 April 2024 - 15:28 WIB

MH Said Abdullah Bersama Ra Achmad Fauzi Hadiri Rakerwil PAN Jatim, Ada Apa?

Senin, 29 April 2024 - 06:41 WIB

Lagi, EXXON MOBIL Cepu Limited Lakukan Pemboran Sumur Minyak Blok Cepu 

Minggu, 28 April 2024 - 16:49 WIB

Lions Club Surabaya Sejahtera Gelar Relieving Hunger Dan Environtment di Atrium 6 TP Surabaya

Berita Terbaru