Selamat Jalan Guru Main Pukulan Betawi

Kamis, 13 Juli 2023 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, nusainsider.com Innalilahi wainna ilaihi rojiun. Pagi tadi mendapat kabar mengejutkan dari sahabat Jawara Betawi. Guru Basir Bustomi telah pulang ke Rahmatullah, pergi untuk selamanya, Kamis 13 Juli 2023.

Keluarga besar Perguruan Silat Sanggar Sin Lam Ba Batavia, Pulo Besar Sunter Jaya, Jakarta Utara, Pimpinan Babe Muklis, mengucapkan turut berdukacita telah pulangnya Guru Basir Bustomi, Guru Main Pukulan Betawi “Beksi Red”.

Kabar yang wartawan terima, dada beliau sesak. Informasinya, beliau sakit pada asam lambungnya (GERD). Siapa sangka, beliau yang nampak terlihat gagah, segar bugar, terlalu cepat dipanggil Sang Khalik, mendahului kita semua.

Baca Juga :  Berikan 10 Rekomendasi tentang APBD, Fakta Foundation Audiensi ke TAPD Kabupaten Sumenep

Kami sangat berduka dan sangat kehilangan pejuang yg selalu membela Islam dan kehormatan kaum muslimin di negeri ini.

Semoga Allah ampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya. Yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan. Amin.

H. Basir Bustomi, SE adalah Guru Main Pukulan Betawi atau ilmu bela diri dari Perguruan Silat Beksi Merah (BeksiRed).

Beliau juga Panglima Brigade Jawara Betawi 411. Sebuah perkumpulan yang mempersatukan perguruan silat tradisi dan para jawara Betawi.

Baca Juga :  Wow! Trending Resepsi Pernikahan Anak Kajari Sumenep Dihadiri Kades, Fauzi As Soroti Undangan Kades Terlapor

Guru silat yg dekat dengan ulama, habaib dan tokoh masyarakat Betawi itu selalu mengawal ulama dalam setiap Aksi Bela Umat (Islam) 2I2 dan 4I4 serta aksi lainnya.

Beliau bersama murid murinya dan para jawara Betawi selalu hadir dan berpihak dalam setiap juang dan gerakan membela kebenaran dan keadilan. Termasuk pengawalnya Anies Baswedan.

Di Politik, Baba Basir bergabung di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Caleg untuk Dapil 7 (wilayah Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Pesanggrahan, Cilandak, Setia Budi).

SEKILAS BEKSI RED

Baba Basir, begitu beliau akrab disapa, pernah bilang, “Menuntut Ilmu Kudu Ada Gurunya”.

Baca Juga :  Diduga Melanggar Hukum, Mantan Kepsek SLB Rugikan Puluhan Juta

Namun semua itu tergantung dari pemahaman ilmu bela diri yang telah dikuasai, sekaligus pengabdian dan ketekunan dalam proses belajar mengajar ilmu tersebut.

Disamping itu kudu ada keikhlasan dan keridhoan Sang Guru atas ilmu yang telah diberikan kepada muridnya.

Menurut Baba Bustomi dalam sebuah Podcast, bicara main pukulan Betawi, ada 316 Aliran Silat di Tanah Betawi. Salahsatu aliran silat khas Betawi itu adalah BEKSI.

Aliran ini awalnya dikembangkan oleh masyarakat dari daerah Kampung Dadap, kecamatan Kosambi, Tangerang.

Baca Juga :  DPW PPP SUMBAR serahkan Berkas Perbaikan Persyaratan Caleg

Penemu aliran ini adalah Lie Tjeng Hok (1854-1951), seorang keturunan Tionghoa peranakan dari keluarga petani yang nenek moyangnya diperkirakan berasal dari Amoy (Xiamen), Tiongkok.

Kata bek berarti ‘pertahanan’, sedangkan kata si berarti ‘empat (penjuru)’. Jika dimaknai, kata beksi berarti pertahanan dari 4 penjuru mata angin.

Makna pertahanan dari empat penjuru mata angin sangat sesuai dengan jurus-jurus/kuda-kuda Beksi yang bergerak keempat arah, yaitu kanan, ke kiri, ke depan, dan ke belakang.

Terdapat banyak pendapat mengenai asal istilah Beksi, namun menurut peneliti silat G.J. Nawi istilah itu perubahan dari kata aslinya Bhe Si, yang dalam bahasa Hokkien berarti ‘kuda-kuda’.

Jadi Beksi adalah ilmu beladiri khas yang merupakan percampuran antara ilmu beladiri keluarganya dan ilmu-ilmu beladiri yang dipelajarinya dari guru-guru silat Betawi.

Kakeknya, Lie A Djam, adalah seorang pendatang dari Amoi (sekarang Xiamen), Fukien, Tiongkok.

Guru-guru Betawinya disebutkan bernama Ki Jidan dan Ki Miah (atau ada yang menyebut Ki Maimah). Ilmu beladiri campuran itulah yg dinamakan Bhe Si, yang dalam bahasa Hokkian berarti ‘kuda-kuda’.

Lie Tjeng Hok mengajarkan ilmu beladiri tersebut pada murid-muridnya, baik peranakan Tionghoa maupun kaum Betawi pesisir di sekitar tempat tinggalnya di Kampung Dadap, Kosambi, Tangerang.

Salah seorang murid pribuminya yang paling berbakat adalah Ki Muharli (Marhali).

Kemudian Ki Muharli mempunyai murid peranakan Betawi bernama H. Gozali (Godjalih) bin H. Gatong, yang kemudian mengajarkan ilmunya pada murid-muridnya di Petukangan, Jakarta Selatan, serta di Batujaya, Batuceper, Tangerang.

Murid-murid utama H. Gozali antara lain Kong H. Hasbullah bin Misin, Kong M. Nur, Kong Simin, dan Kong Mandor Minggu, yang juga berguru pada Ki Muharli.

Baca Juga :  Tetap Menjaga Stabilitas Keamanan Dan Kenyamanan Di Prov Sumut Gerakan Peternak Babi Melakukan Sosialisasi

Lie Djie Tong dan penerusnya antara lain adalah yang meneruskan mengajarkan aliran ini di Kampung Dadap. Dari tempat-tempat tersebut, kemudian silat aliran Beksi ini tersebar ke berbagai tempat lainnya.

Setidaknya terdapat 120 sanggar silat Beksi di wilayah Jabodetabek, yang mana pada tahun 2016 para anggota sanggar silat tersebut turut serta dalam Girli dan Beksi Village Festival 2016 di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Tangerang.

JURUS BEKSI

Umumnya perguruan silat Beksi memiliki 12 jurus dasar, yang masing-masing memiliki pecahannya.

Menurut empat guru besar perguruan Beksi di Petukangan, walaupun ada perbedaan nama-nama dan urutan jurus, setidaknya ada 3 jurus dasar yang sama nama dan urutannya, yaitu 1. Beksi, 2. Gedig, 3. Tancep.

Karena Silat Beksi lebih terfokus pada unsur seni tradisional, maka perguruannya tidak masuk dalam organisasi olahraga IPSI.

Setiap perguruan dan aliran memiliki ciri khas masing-masing. Pada beksi, jurusnya sangat mudah diciri dari gerakan pukulannya. Beksi memiliki pukulan keras, cepat, dan posisi tangan yang terbalik atau yang dalam bahasa Betawi disebut sebagai pukulan celentang.

Berikut ini nama-nama jurus Beksi, menurut Eddy Wijaya (H. Oki):

Loco Buni (Pukulan Celentang), Goleng (Ngeles/Menghindar), Bandut Atas – Bandut Bawah,

Lalu Singkur Kiri – Singkur Kanan,Tiles (Pukul Kanan), Jejek KakiRaub, atau Saub (untuk tangan), Dedak Kuda ke Tanah, Tangkis Sikut Belakang – Sikut Depan, Kibas Luar,Tangkep Dalem – Tangkep Luar, Kepret: arah bawah samping dan ke muka dengan jari, Totok dengan jari ke muka, Jurus Cabut Pisau, Jurus Pedang, Tangan Kosong, Jurus Pedang Serangkai, Jurus Bangau Terbang, Jurus Ganden, Jurus Toya (Jurus Toya 1 – Jurus Toya 2), Susul (Dobel Pukulan), Baduk Kebo, Tekuk Saub

Selain itu, ada pula disebutkan jurus Beksi yang menggunakan kaki, disebut Sam Kauw atau Resiah Sembilan.

Loading

Berita Terkait

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra
Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan
Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional
Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi
Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan
Hilal yang Sama, Cara Pandang yang Berbeda: Lebaran 2026 di Persimpangan Iman dan Sains

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 06:15 WIB

Fakta Mengejutkan KPK: Mayoritas Koruptor Biayai Selingkuhan dari Uang Haram

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Selasa, 14 April 2026 - 14:09 WIB

Diskominfo Sumenep Pastikan Aduan Warga Tak Lagi Diabaikan

Selasa, 7 April 2026 - 16:25 WIB

Dari Pantun ke Kritik, Lia Istifhama Angkat Masalah BPSK di Forum Nasional

Selasa, 7 April 2026 - 02:52 WIB

Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi

Jumat, 3 April 2026 - 19:12 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo: Antara Pencitraan dan Fakta Ketimpangan Kepulauan

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:25 WIB

Hilal yang Sama, Cara Pandang yang Berbeda: Lebaran 2026 di Persimpangan Iman dan Sains

Berita Terbaru